Rupee anjlok, India hapus pajak obligasi untuk tarik modal asing

Jumat, 05 Juni 2026

image

JAKARTA - Pemerintah India berencana menghapus pajak capital gain atas investasi portofolio asing di obligasi pemerintah sebagai upaya menarik lebih banyak aliran modal asing dan memperkuat nilai tukar rupee yang tengah tertekan.

Seperti dikutip Reuters, sumber yang mengetahui pembahasan tersebut mengatakan langkah itu telah memperoleh persetujuan kabinet. Kebijakan ini muncul ketika rupee melemah lebih dari 5% sejak awal tahun akibat kenaikan harga minyak dan arus keluar dana asing dari pasar saham.

Laporan mengenai persetujuan kabinet pertama kali disampaikan oleh The Economic Times. Kementerian Keuangan India belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Di pasar obligasi, imbal hasil surat utang acuan India turun satu basis poin menjadi 7,01% pada awal perdagangan. Namun, pemerintah belum mengumumkan kapan kebijakan tersebut mulai berlaku.

Ekonom Kepala Emkay Global Financial Services, Madhavi Arora, menilai pelonggaran pajak dapat memberikan dorongan tambahan terhadap arus modal asing meski dampaknya tidak akan langsung signifikan. "Ini bukan solusi ajaib dalam konteks saat ini," kata Arora.

Meski demikian, ia menilai kebijakan tersebut berpotensi memberikan dampak positif dalam jangka menengah.

Saat ini, investor asing dikenakan pajak capital gain jangka panjang sebesar 12,5% atas kepemilikan saham dan obligasi yang dipegang lebih dari 12 bulan. Selain itu, pemerintah juga mempertimbangkan penghapusan withholding tax sebesar 20% atas pendapatan bunga dari obligasi pemerintah.

Menurut sumber tersebut, India relatif sejalan dengan praktik global dalam perpajakan saham, tetapi masih menjadi salah satu negara yang mengenakan pajak atas aliran investasi non-residen ke instrumen utang.

Sepanjang tahun ini, investor asing masih membukukan pembelian bersih sekitar US$1,4 miliar di pasar obligasi pemerintah India. Sebaliknya, pasar saham mencatat arus keluar dana asing hampir US$28 miliar.

Dalam beberapa tahun terakhir, India aktif meningkatkan daya tarik pasar obligasinya dengan menghapus berbagai pembatasan investasi pada sejumlah surat utang yang masuk skema Fully Accessible Route (FAR).

Langkah tersebut membantu India masuk ke sejumlah indeks obligasi global utama, termasuk J.P. Morgan Emerging Market Bond Index dan Bloomberg Emerging Market Local Currency Bond Index.

Pada Januari lalu, Bloomberg menunda keputusan terkait kemungkinan memasukkan obligasi India ke dalam Global Aggregate Index. Tinjauan ulang atas keputusan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Juni tahun ini.(DH)