Blackstone batasi penarikan dana private credit hanya 5%
Jumat, 05 Juni 2026
JAKARTA - Blackstone membatasi penarikan dana dari produk kredit swasta andalannya setelah permintaan pencairan investor meningkat pada kuartal II 2026.
Langkah tersebut mengikuti sejumlah manajer aset global lain yang menghadapi lonjakan permintaan penebusan dana di sektor private credit.
Seperti dikutip Reuters, investor mengajukan penarikan setara 10% dari saham di Blackstone Private Credit Fund (BCRED) yang mengelola aset senilai US$79 miliar. Angka tersebut meningkat dibandingkan 7,9% pada kuartal sebelumnya.
Meski demikian, Blackstone hanya memenuhi penarikan hingga batas 5%, sesuai ketentuan umum yang berlaku pada produk investasi sejenis.
Kenaikan permintaan pencairan dana menunjukkan investor individu kaya masih mengurangi eksposur mereka terhadap aset private credit, setelah bertahun-tahun menempatkan dana besar pada instrumen yang tidak diperdagangkan secara aktif.
Awal tahun ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah kelas aset tersebut, arus keluar dana investor melampaui dana baru yang masuk ke produk private credit.
Pada kuartal pertama, Blackstone sempat menaikkan batas penarikan guna memenuhi seluruh permintaan investor. Perusahaan bahkan mengerahkan modal internal bersama sejumlah karyawan untuk membantu menyediakan likuiditas.
Namun kali ini Blackstone memilih mempertahankan batas penarikan dan menegaskan bahwa mekanisme tersebut merupakan bagian dari desain produk investasi jangka panjang.
"Struktur BCRED merupakan fitur fundamental, di mana investor menukarkan sebagian likuiditas pada waktu-waktu tertentu dengan kinerja jangka panjang yang lebih baik," kata Blackstone dalam pernyataannya.
Analis menilai lonjakan permintaan penebusan masih berada dalam kisaran yang diperkirakan pasar.
Namun mereka mengingatkan bahwa perlambatan minat investor baru menjadi tantangan yang lebih besar bagi industri private credit.
Analis Evercore menyebut angka permintaan penarikan 10% masih lebih baik dibanding perkiraan terburuk pasar.
"Kami pikir 10% lebih baik dari yang dikhawatirkan," tulis analis Evercore dalam catatannya.
Minimnya investor baru membuat BCRED mencatat arus keluar bersih sekitar 3% selama periode tersebut.
"Perlambatan besar dalam penjualan kotor pada kuartal ini merupakan masalah yang lebih besar dan lebih berkepanjangan, menurut pandangan kami, baik bagi BCRED maupun industri," kata Evercore.
Meski menghadapi peningkatan penarikan dana, saham Blackstone justru melonjak 8% pada perdagangan Kamis. Sejumlah perusahaan sejenis juga mencatat kenaikan setelah pasar menilai kondisi likuiditas dana masih terkendali.
Blackstone menegaskan struktur pembayaran kembali dana telah disesuaikan dengan siklus pelunasan investasi portofolio sehingga dapat menjaga modal untuk dimanfaatkan pada peluang investasi yang menarik.
"Sejalan dengan siklus pengembalian investasi yang diharapkan, sekaligus menjaga modal untuk digunakan dalam lingkungan pasar yang menarik," kata perusahaan.
BCRED menyatakan posisi modal tetap kuat. Kombinasi pelunasan pinjaman dan arus dana masuk masih lebih besar dibanding pembelian kembali saham yang dilakukan perusahaan.
Sejak diluncurkan, saham Kelas I BCRED menghasilkan imbal hasil tahunan rata-rata sebesar 9,3%, atau sekitar 50% lebih tinggi dibanding instrumen leveraged loan.
Blackstone juga melaporkan peningkatan penggalangan dana pada sejumlah produk investasi lain yang ditujukan bagi investor individu kaya.
Di sisi lain, beberapa manajer aset seperti Blue Owl mencatat minat investor mulai bergeser ke sektor lain, termasuk properti, di tengah berkurangnya daya tarik private credit.
Pelaku pasar kini memantau hasil periode penarikan dana kuartal II di berbagai dana private credit non-traded di Amerika Serikat yang akan berakhir sepanjang Juni.(DH)