IHSG hadapi aksi jual asing dan ketidakpastian pemerintah
Jumat, 05 Juni 2026
JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi kembali melemah dan menguji support terdekatnya pada perdagangan Jumat (5/6), setelah ditutup turun 1,70% pada Kamis di 5.839,79.
Analis CGS International Sekuritas menilai indeks saham global seperti di Wall Street pada Kamis, menjadi katalis positif bagi pasar saham. Namun tekanan jual investor asing yang tetap dominan dan pelemahan rupiah, dinilai jadi sentimen negatif bagi IHSG.
“IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah dengan kisaran support 5.740/5.640 dan resist 5.940/6.040,” jelas analis CGS International, dalam riset yang disampaikan hari ini.
Sementara itu riset analis BRI Danareksa Sekuritas menilai sejumlah rumor di dalam negeri, membuat kepercayaan investor semakin tipis dan membuat IHSG melemah pada Kamis.
Analis BRI Danareksa memperkirakan IHSG akan cenderung bergerak terbatas pada perdagangan Jumat, dengan area support pada 5.813 dan resistance pada 6.060.
“Minimnya katalis positif dan ketidakpastian yang terjadi membuat IHSG bergerak terbatas. Selain itu, pasar juga akan mencermati pergerakan mata uang rupiah dan rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat,” jelas analis BRI Danareksa.
Sementara itu secara teknikal, analis Phintraco Sekuritas menyebut histogram negatif pada indikator MACD terus melebar, sementara Stochastic RSI membentuk death cross.
“Meskipun pelemahan IHSG berkurang dari level terendah hariannya, namun diperkirakan pergerakan IHSG masih akan fluktuatif cenderung melemah dan menguji support di 5.700-5.800,” tulis analis Phintraco. (KR)