Akhiri perang, Zelenskyy usulkan negosiasi langsung dengan Putin

Jumat, 05 Juni 2026

image

KYIV - Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, menyerukan perundingan tatap muka dengan Presiden Rusia Vladimir Putin melalui sebuah surat terbuka yang ditujukan langsung kepada pemimpin Kremlin tersebut.

Seperti dikutip The Guardian, surat itu merupakan kali pertama Zelenskyy secara terbuka menulis langsung kepada Putin sejak Rusia melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada 2022. 

Dalam surat tersebut, Zelenskyy juga menyampaikan kritik tajam terhadap 26 tahun kepemimpinan Putin.

Zelenskyy mengakui bahwa prioritas Amerika Serikat telah bergeser dan mengatakan bahwa Ukraina tidak bisa hanya menunggu pemerintahan Donald Trump kembali memusatkan perhatian pada upaya mengakhiri perang Ukraina, ketika fokus Washington saat ini banyak tersita oleh konflik dengan Iran.

"Saya mengusulkan sebuah pertemuan," tulis Zelenskyy.

Langkah tersebut tampaknya dilakukan untuk memanfaatkan momentum penting dalam perang, ketika Ukraina mulai mendapatkan kembali sebagian daya tekan di medan tempur berkat peningkatan kemampuan serangan jarak jauh yang menghambat laju pasukan Rusia.

Di saat yang sama, Moskow meningkatkan serangan udara mematikan ke berbagai wilayah Ukraina untuk memanfaatkan keterbatasan persenjataan Kyiv dan kerentanannya terhadap serangan rudal balistik.

Pada Kamis, Putin mengatakan Rusia akan memperkuat sistem pertahanan udaranya guna menghadapi serangan drone Ukraina yang semakin dalam menjangkau wilayah Rusia.

"Kami menyesal bahwa beberapa di antaranya berhasil menembus pertahanan," kata Putin. "Rusia memiliki sistem pertahanan udara, dan kami perlu memperbaiki serta memperkuatnya, dan kami akan melakukannya."

Pernyataan tersebut disampaikan di sela-sela St. Petersburg International Economic Forum, ajang tahunan yang digunakan Putin untuk menarik investasi ke Rusia. 

Beberapa jam sebelum forum dibuka, serangan drone Ukraina memicu kebakaran di terminal minyak dan menghantam pangkalan angkatan laut di dekat kota tersebut.

Putin juga menyatakan Rusia terbuka terhadap kompromi terkait Ukraina sesuai pemahaman yang dicapai dalam pertemuannya dengan Trump di Anchorage, Alaska. 

Menurutnya, Ukraina perlu menerima kesepakatan tersebut untuk mengakhiri konflik yang kini memasuki tahun kelima.

Trump menyambut baik kemungkinan pertemuan antara Zelenskyy dan Putin.

"Saya pikir akan sangat baik jika mereka bertemu. Mereka harus menyelesaikannya," kata Trump kepada wartawan di Oval Office.

Sementara itu, DPR AS meloloskan rancangan undang-undang yang akan memberikan bantuan tambahan bagi Ukraina serta menjatuhkan sanksi terhadap sektor-sektor penting ekonomi Rusia. RUU tersebut disahkan dengan suara 226 berbanding 195 meski mendapat penolakan dari sebagian pimpinan Partai Republik.

Undang-undang itu mengalokasikan lebih dari US$1 miliar untuk bantuan keamanan dan rekonstruksi Ukraina, serta membuka akses pinjaman hingga US$8 miliar untuk kebutuhan pertahanan Kyiv. 

Namun, rancangan tersebut masih harus mendapatkan persetujuan Senat AS.

Dalam suratnya, Zelenskyy mengusulkan agar perundingan digelar di negara netral, bukan di Moskow maupun Kyiv. 

Ia menyebut Switzerland, Turkey, atau negara-negara Arab sebagai lokasi potensial.

"Para pemimpinlah yang menyelesaikan isu-isu utama. Selalu demikian, dan akan selalu demikian," tulisnya. 

"Saya mengusulkan penetapan tanggal yang jelas untuk pertemuan tersebut."

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan Putin belum melihat surat itu, namun mengulangi bahwa Zelenskyy dipersilakan datang ke Moskow jika ingin menggelar pembicaraan.

Zelenskyy juga mengungkapkan bahwa intelijen Ukraina menunjukkan Rusia tengah mempertimbangkan skenario memperpanjang perang hingga 2027 atau 2028, sambil semakin mengandalkan serangan rudal balistik untuk mencapai tujuan yang gagal dicapai lewat operasi darat.

Ia turut menuduh Moskow berupaya menarik Belarus lebih dalam ke konflik serta berusaha mengacaukan situasi di Transnistria, wilayah separatis Moldova yang didukung Rusia.

Menurut Zelenskyy, Rusia mulai merasakan dampak perang yang semakin besar, ditandai oleh serangan drone ke wilayah dalam Rusia, tekanan ekonomi, kekurangan bahan bakar, kenaikan harga, dan kebutuhan mobilisasi militer tambahan.

Ia mengklaim lebih dari 30.000 tentara Rusia tewas atau mengalami luka berat hanya sepanjang Mei, dan menyatakan Ukraina memiliki bukti video atas kerugian tersebut. Meski demikian, Zelenskyy mengakui Ukraina juga terus mengalami korban jiwa yang signifikan.

Sebagai langkah awal menuju perdamaian, Zelenskyy mengatakan Ukraina siap menerapkan gencatan senjata penuh selama proses negosiasi berlangsung dan mengusulkan pertukaran seluruh tawanan perang dari kedua belah pihak.

Ia juga menyerukan pemulangan warga sipil dan anak-anak Ukraina yang dibawa ke Rusia selama perang.

"Dunia tidak lelah mendukung Ukraina seperti yang selama ini Anda harapkan. 

Namun yang semakin besar justru kelelahan dunia terhadap Rusia," tulis Zelenskyy kepada Putin. (DK)