BYD tempel Toyota di Australia, penjualan mobil listrik melonjak
Jumat, 05 Juni 2026
JAKARTA - BYD memperkuat posisinya di pasar otomotif Australia setelah kembali menempati peringkat kedua penjualan mobil nasional selama dua bulan berturut-turut, tepat di bawah Toyota.
Seperti dikutip Globaltimes, data industri otomotif Australia menunjukkan BYD menjual 33.454 kendaraan sepanjang Januari-Mei 2026. Angka tersebut masih berada di bawah Toyota yang membukukan penjualan 76.017 unit, namun jarak antara kedua merek terus menyempit.
Pertumbuhan BYD berlangsung cepat. Pada periode yang sama tahun lalu, perusahaan hanya mencatat penjualan 15.199 unit, sementara Toyota menjual 100.753 kendaraan.
Media otomotif Australia CarExpert melaporkan bahwa BYD kini menjadi penantang utama dominasi Toyota di pasar kendaraan Australia. Perusahaan bahkan menyatakan waktu pengambilalihan posisi puncak sepenuhnya bergantung pada pilihan konsumen Australia.
Kinerja tersebut melanjutkan tren positif yang sudah terlihat sejak April. Saat itu BYD menempati posisi kedua penjualan bulanan, sementara empat merek asal China berhasil masuk dalam daftar 10 besar penjual kendaraan di Australia.
Selain BYD, merek China lain yang masuk jajaran 10 besar adalah GWM, Chery, dan MG. Toyota masih mempertahankan posisi teratas dengan penjualan 15.185 unit pada April. Pengamat industri menilai kenaikan BYD didorong oleh kombinasi inovasi teknologi, efisiensi produksi, serta portofolio produk yang semakin luas.
Sekretaris Jenderal International Intelligent Vehicle Engineering Association, Zhang Xiang, mengatakan BYD memiliki keunggulan dalam teknologi baterai, sistem penggerak listrik, serta kemampuan memproduksi kendaraan listrik dalam skala besar.
"Dengan latar belakang ini, jajaran model BYD yang lebih luas semakin memperkuat posisi kompetitifnya dan mendukung ekspansi pesatnya di pasar lokal."
Prospek BYD di Australia juga semakin mendapat perhatian dari pelaku industri otomotif setempat. Royal Automobile Club of Victoria (RACV) bahkan memperkirakan BYD akan masuk tiga besar merek mobil terbesar di Australia pada 2026 dan berpotensi menjadi pemimpin pasar dalam jangka panjang.
Di pasar global, BYD juga mencatat pertumbuhan yang kuat. Laporan Reuters pada awal Juni menunjukkan penjualan internasional perusahaan pada Mei melonjak 80,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu menjadi 160.644 unit.
Peningkatan tersebut ditopang oleh permintaan kendaraan listrik yang terus tumbuh di Eropa dan sejumlah negara berkembang, terutama di tengah kenaikan harga energi.
Di Australia, tren peralihan konsumen menuju kendaraan rendah emisi turut memperkuat posisi BYD. Data industri menunjukkan penjualan kendaraan listrik murni (EV) pada April melonjak 157,2% secara tahunan, sementara penjualan plug-in hybrid (PHEV) melesat 270,2%.
Penjualan kendaraan hybrid juga meningkat 27,1% dibandingkan tahun sebelumnya. Asosiasi Dealer Otomotif Australia (AADA) menyebut konsumen semakin beralih ke kendaraan rendah emisi seiring tingginya harga bahan bakar.
Di saat yang sama, dukungan kebijakan pemerintah turut mendorong pertumbuhan pasar kendaraan listrik. Program New Vehicle Efficiency Scheme serta insentif Electric Car Discount dinilai berhasil meningkatkan pasokan dan permintaan kendaraan listrik di Australia.
Chief Executive Federal Chamber of Automotive Industries (FCAI), Tony Weber, mengatakan peningkatan pilihan kendaraan listrik dan tingginya harga bahan bakar telah mendorong permintaan konsumen.
Menurut Zhang, ketegangan geopolitik yang mendorong kenaikan harga energi sepanjang tahun ini juga mempercepat pergeseran konsumen Australia menuju kendaraan energi baru.
Daya beli masyarakat yang relatif kuat, pasar otomotif yang matang, serta siklus pergantian kendaraan yang lebih cepat dibanding banyak negara lain turut menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan kendaraan listrik.
Faktor-faktor tersebut memberi ruang bagi BYD untuk terus memperbesar pangsa pasarnya dan memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama industri otomotif Australia.(DH)