Aksi jual dan rupiah seret IHSG ke level terendah 5,5 tahun
Jumat, 05 Juni 2026
JAKARTA – Indeks harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (5/6) hari ini di zona merah, dengan pelemahan 4,20% ke level 5.594,77.
Pelemahan ini membuat IHSG kembali ke level terendah sekitar lima setengah tahun lalu, atau sejak 24 November 2020.
Analis Phintraco Sekuritas menilai pelemahan IHSG dipicu ketidakjelasan kebijakan pemerintah Indonesia, serta sejumlah rumor yang mendorong aksi jual di pasar modal Indonesia.
“Di tengah minimnya katalis positif dan di bawah tekanan sentimen negatif, diperkirakan IHSG berpotensi menguji level 5.500 pada pekan depan,” imbuh analis Phintraco.
Adapun total transaksi di pasar saham mencapai Rp31,73 triliun, serta melibatkan perdagangan 38,04 miliar lembar saham.
Seluruh indeks sektoral juga melemah, dengan penurunan paling dalam pada sektor transportasi yang mencapai 5,97%.
Sementara mayoritas saham-saham penghuni indeks LQ45 turut menghadapi tekanan jual, meskipun ada empat saham yang tetap menguat.
Keempat saham tersebut adalah PT Vale Indonesia Tbk (INCO), yang mencatat kenaikan harga 4,10%. Kemudian disusul PT Merdeka Copper Tbk (MDKA) yang naik 3,21%, PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) 1,45%, dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) 0,46%.
Indeks saham lain di kawasan emerging market Asia Pasifik bergerak variatif. FBMKLCI menguat 0,60% dan PCOMP Filipina naik 0,45%.
Sedangkan indeks saham seperti KOSPI Korea Selatan merosot 5,54%, TWSE Thailand turun 1,33%, dan Hang Seng turun 1,15%.
Dari pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di Rp18.036/US$. Meskipun menguat tipis 0,07%, namun rupiah telah mencatat penurunan 8,13% sejak awal tahun menurut data Bloomberg. (KR)