Grup Bakrie suntik modal jumbo ke ENRG lewat dua skema ini
Jumat, 05 Juni 2026
JAKARTA – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten migas milik Grup Bakrie, mengumumkan rencana penerbitan saham baru dalam rangka private placement.
Dalam keterangan yang disampaikan pada Jumat (5/6), ENRG menyebut jumlah saham baru yang akan diterbitkan dalam aksi korporasi ini yaitu 218,31 juta.
Seluruh saham baru akan diambil bagian oleh PT Bakrie Kalila Investment (BKI). Dengan harga pelaksanaan Rp1.550 per lembar, kendaraan investasi milik Grup Bakrie ini akan menyetor modal Rp338 miliar ke ENRG.
Pencatatan saham baru itu dijadwalkan pada 15 Juni 2026, serta akan membuat kepemilikan saham investor lama terdilusi sekitar 0,99%.
Direktur Utama & CEO ENRG, Syailendra S. Bakrie, mengatakan lewat keterangan terpisah bahwa perseroan juga telah mendapat persetujuan dari pemegang saham, untuk menerbitkan maksimal 13,5 miliar saham baru lewat rights issue.
Jumlah itu setara 50,8% dari total saham ENRG setelah menggelar private placement. “Tujuan penggunaan dana untuk memenuhi kebutuhan belanja modal,” jelas Syalilendra.
Lewat keterangan yang disampaikan kepada IDNFinancials.com, ia menambahkan bahwa pemegang saham pengendali dan entitas afiliasinya akan menjadi pembeli siaga dalam rights issue ini.
Hingga saat ini, ENRG belum mengumumkan rasio, harga pelaksaan saham baru, dan jadwal rights issue.
Namun dengan asumsi harga pelaksanaan saham rights issue Rp1.200 per lembar, sesuai harga saham di penutupan hari ini, ENRG berpotensi meraup dana hingga Rp16,2 triliun jika seluruh saham baru diserap investor.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham, PT Shima Global Kapital saat ini menjadi pengendali ENRG dengan kepemilikan 17,69% saham pada akhir Maret 2026. Penerima manfaat dari kepemilikan saham pada entitas ini adalah Syailendra S. Bakrie.
Sementara BKI telah memiliki 2,77% saham ENRG, PT Bakrie Capital Indonesia memiliki 4,38% saham, investor publik 55,69% saham. (KR)