Danantara jajaki penerbitan obligasi rupiah kupon 3%
Jumat, 05 Juni 2026
JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) berencana menerbitkan obligasi berdenominasi rupiah dengan tingkat kupon di bawah suku bunga pasar. Langkah tersebut dilakukan di tengah melemahnya kepercayaan investor global terhadap pasar keuangan Indonesia.
Dikutip dari The BusinessTimes, berdasarkan dokumen yang diperoleh Bloomberg News. rencana penerbitan surat utang tersebut masih berada pada tahap awal. Obligasi itu akan menawarkan kupon sebesar 3% dan terbuka bagi investor domestik maupun investor asing.
Perwakilan Danantara belum memberikan tanggapan terkait rencana tersebut.
Rencana penerbitan obligasi ini muncul di tengah merosotnya sentimen investor terhadap ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Pasar saham Indonesia mengalami tekanan, sementara nilai tukar rupiah melemah hingga menyentuh rekor terendah pada pekan ini.
Investor disebut semakin khawatir terhadap sejumlah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai semakin intervensif, termasuk rencana yang diumumkan pada Mei lalu untuk memusatkan ekspor komoditas strategis di bawah kendali PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).
Rencana penerbitan obligasi rupiah tersebut juga menyusul penunjukan sejumlah bank pada Rabu (3/6) untuk menjajaki potensi penerbitan obligasi global berdenominasi dolar Amerika Serikat.
Obligasi baru tersebut disebut sebagai "Obligasi Merah Putih", merujuk pada warna bendera nasional Indonesia.
Dokumen yang beredar belum mencantumkan nilai emisi maupun tenor obligasi tersebut.
Mirip Patriot Bond
Menurut sejumlah sumber, rencana penerbitan Obligasi Merah Putih memiliki kemiripan dengan Patriot Bond yang diterbitkan Danantara melalui skema penempatan terbatas pada tahun lalu, terutama karena menawarkan kupon yang relatif rendah.
Patriot Bond sempat memicu keresahan di kalangan pengusaha dan taipan karena banyak pihak merasa tidak memiliki banyak pilihan selain ikut berpartisipasi dalam instrumen tersebut yang menawarkan imbal hasil kurang dari separuh tingkat pasar.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, hingga 30 April 2026 Danantara telah menerbitkan Patriot Bond senilai 68,38 triliun rupiah melalui anak usahanya, Danantara Investment Management.
Meski demikian, sumber yang mengetahui rencana tersebut mengatakan Obligasi Merah Putih tidak secara khusus ditujukan bagi kalangan investor investor kelas atas.
Pada awal tahun ini, Fitch Ratings dan Moody's Ratings juga menurunkan prospek peringkat kredit Indonesia menjadi negatif dengan alasan ketidakpastian kebijakan dan melemahnya tata kelola pemerintahan. (ARF)