Toyota tambah stok guna hadapi ekspansi BYD di Australia

Sabtu, 06 Juni 2026

image

SYDNEY - Toyota Motor Australia meningkatkan target penjualan tahun 2026 sekaligus menambah pasokan kendaraan untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat dari produsen kendaraan listrik asal Tiongkok, BYD.

Dikutip dari CarExpert, Toyota juga mempercepat peluncuran model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) pertamanya di Australia, yaitu RAV4 PHEV, yang akan mulai tersedia pada akhir bulan ini, lebih cepat dari jadwal yang sebelumnya diumumkan.

Produsen otomotif Jepang yang telah memimpin pasar otomotif Australia selama 29 tahun berturut-turut itu sebelumnya mengumumkan harga RAV4 PHEV dalam tiga varian pada November 2025 lalu. Saat itu, pengiriman pertama diperkirakan baru dimulai pada kuartal ketiga tahun ini atau periode Juli hingga September.

Harga awal RAV4 PHEV tetap dipatok sebesar 58.840 dolar Australia. Toyota memperkirakan model tersebut nantinya dapat menyumbang hingga sepertiga dari total penjualan generasi keenam SUV menengah RAV4 yang mulai dipasarkan pada akhir 2025.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari yang sama ketika BYD menggelar acara media untuk menandai kedatangan hampir 5.000 kendaraan BYD dan Denza di Australia, Toyota mengumumkan telah memperoleh tambahan alokasi 10.000 unit kendaraan untuk pasar Australia pada 2026.

Dengan tambahan pasokan tersebut, Toyota kini memperkirakan dapat menjual sekitar 220.000 unit kendaraan di Australia pada 2027.

Toyota menyebut tambahan alokasi kendaraan tersebut mencerminkan prioritas perusahaan terhadap konsumen Australia serta tingginya kepercayaan pelanggan terhadap merek dan portofolio produknya.

Perusahaan juga menegaskan bahwa Toyota masih menjadi satu-satunya merek yang mampu menjual lebih dari 200.000 unit kendaraan dalam periode satu tahun di Australia.

Wakil Presiden Penjualan, Pemasaran, dan Operasi Waralaba Toyota Australia, John Pappas, mengatakan permintaan konsumen terhadap kendaraan Toyota tetap kuat.

"Toyota telah menjadi bagian dari komunitas Australia selama hampir 70 tahun dan kami terus melihat permintaan yang tinggi dari pelanggan yang mengandalkan produk kami untuk kebutuhan mobilitas mereka," ujarnya.

Menurutnya, tambahan pasokan tersebut merupakan kabar baik bagi konsumen maupun jaringan dealer Toyota.

"Kendaraan seperti HiLux tetap menjadi kebutuhan penting bagi banyak warga Australia, sementara RAV4 terus memimpin segmen SUV berkat fleksibilitas, kenyamanan berkendara, dan efisiensinya," katanya.

BYD terus menanjak

Di sisi lain, BYD terus menunjukkan pertumbuhan yang agresif di pasar Australia.

Pada April lalu, BYD menjadi merek otomotif terlaris kedua di Australia setelah mencatat penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan di negara tersebut, yakni sebanyak 7.702 unit.

Angka tersebut melampaui rekor sebelumnya sebesar 7.217 unit yang dibukukan sebulan sebelumnya dan hanya berada di bawah Toyota yang mencatat penjualan 15.185 unit.

Secara kumulatif hingga April, BYD telah menjual 25.243 kendaraan dan menempati posisi kelima pasar otomotif Australia. Angka tersebut hanya terpaut beberapa ratus unit dari Ford yang berada di posisi keempat dengan penjualan 25.920 unit.

BYD menargetkan masuk ke jajaran tiga besar produsen otomotif di Australia pada 2026. Distributor independen perusahaan sebelumnya bahkan memperkirakan BYD dapat menyalip Toyota dan menjadi pemimpin pasar Australia pada 2030.

BYD Australia juga mengumumkan kedatangan pengiriman khusus pertama sebanyak 4.810 kendaraan baru dari Shanghai menggunakan kapal pengangkut kendaraan milik perusahaan bernama BYD Zhengzhou.

Kapal tersebut tiba di Melbourne dan membawa berbagai model kendaraan listrik serta plug-in hybrid untuk memenuhi tingginya permintaan pasar Australia.

Lebih dari 2.000 unit di antaranya merupakan SUV listrik BYD Atto 2 dan Sealion 7. Manifest pengiriman juga mencakup SUV off-road Denza B5 dan kendaraan multiguna Denza D9.

Toyota percepat elektrifikasi

Toyota sendiri tengah bersiap meluncurkan empat model elektrifikasi baru sebagai bagian dari strategi "multi-pathway" untuk menurunkan emisi karbon dioksida.

Empat model tersebut meliputi RAV4 PHEV, HiLux BEV, bZ4X Touring, dan LandCruiser 300 Series Performance Hybrid yang seluruhnya akan diluncurkan pada akhir bulan ini.

Pappas mengatakan kehadiran RAV4 PHEV semakin memperkuat strategi Toyota untuk menyediakan teknologi penggerak yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Menurutnya, kendaraan listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) hanyalah salah satu bagian dari solusi mengurangi emisi kendaraan bermotor.

Karena itu, Toyota akan tetap menawarkan kombinasi berbagai teknologi, termasuk hybrid, BEV, PHEV, diesel, bensin, hingga fuel-cell electric vehicle (FCEV), sambil terus meningkatkan efisiensi dan mengurangi emisi karbon.

Di tingkat global, Toyota juga telah memangkas target produksi akibat konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga bahan bakar dan melemahkan permintaan kendaraan.

Nikkei Asia melaporkan Toyota telah memberi tahu pemasok bahwa perusahaan akan mengurangi produksi sekitar 83.000 kendaraan dalam enam bulan ke depan, terutama untuk pasar Timur Tengah. (ARF)