ETF bitcoin dan ether AS hentikan tren arus dana keluar
Jumat, 05 Juni 2026
NEW YORK - ETF spot bitcoin di Amerika Serikat akhirnya menghentikan tren arus keluar dana selama 13 hari berturut-turut dengan mencatat arus masuk bersih sebesar US$3,05 juta pada Kamis (4/6).
Sebelumnya, produk investasi tersebut mengalami penarikan dana lebih dari US$4,4 miliar sejak pertengahan Mei.
Dikutip dari CoinDesk, ETF spot ether juga mengakhiri tren negatifnya setelah mencatat arus masuk dana sebesar US$19,3 juta usai mengalami penarikan dana selama 17 hari berturut-turut.
Meski demikian, nilai arus masuk terbaru masih tergolong kecil dibandingkan besarnya dana yang keluar dalam beberapa pekan terakhir.
Selama periode arus keluar tersebut, ETF bitcoin kehilangan lebih dari US$4,4 miliar sehingga total aset yang dikelola turun menjadi US$80,4 miliar dari sebelumnya US$104,29 miliar.
Arus masuk sebesar US$3,05 juta yang tercatat pada Kamis bahkan lebih kecil dibandingkan jumlah dana keluar pada satu hari mana pun selama periode tersebut, yang sebagian besar mencatat arus keluar di atas US$100 juta per hari.
Data SoSoValue juga menunjukkan bahwa ETF iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock menjadi penyumbang utama arus masuk dengan tambahan dana sebesar US$47,66 juta.
Sementara itu, sejumlah ETF pesaing seperti Fidelity Wise Origin Bitcoin Fund (FBTC), Bitwise Bitcoin ETF (BITB), dan ARK 21Shares Bitcoin ETF (ARKB) masih mencatat arus keluar dana.
Data CheckonChain menunjukkan total kepemilikan bitcoin dalam ETF spot di Amerika Serikat saat ini mencapai seekitar 1,277 juta BTC.
Jumlah tersebut turun sekitar 7,2% dibandingkan rekor tertinggi yang tercatat pada Oktober 2025.
Meski demikian, angka tersebut masih sedikit lebih tinggi dibandingkan posisi terendah pada 23 Februari lalu yang mencapai 1,274 juta BTC.
Harga Bitcoin sendiri sempat naik hingga US$64.660 sebelum kembali turun ke kisaran US$63.800 pada Kamis (4/6).
ETF Ether Ikut Pulih
ETF spot ther juga berhasil mengakhiri tren negatif setelah mencatat arus masuk dana sebesar US$19,3 juta.
Seluruh arus masuk tersebut berasal dari ETF ETHA milik BlackRock, sementara ETF ether lainnya tidak mencatat perubahan arus dana bersih.
Saat ini total aset ETF ether mencapai US$9,78 miliar atau setara sekitar 4,57% dari kapitalisasi pasar ether yang beredar.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2024, ETF ether telah mengumpulkan arus masuk kumulatif sebesar US$11,21 miliar.
Meski begitu, total aset ETF ether masih sekitar US$2 miliar di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada awal tahun 2026.
ETF HYPE tetap diminati
Di tengah tekanan yang melanda pasar kripto, ETF berbasis token HYPE milik Hyperliquid menjadi satu-satunya kategori yang terus mencatat arus masuk dana selama periode tersebut.
Tiga ETF HYPE menambah arus masuk sebesar US$12,15 juta pada Kamis dan memperpanjang tren positif yang telah berlangsung sejak produk tersebut diluncurkan pada 12 Mei.
ETF HYPG milik Grayscale bahkan berhasil menarik dana sebesar US$4,7 juta pada hari pertama perdagangannya.
Pada Jumat, harga Bitcoin turun sekitar 1,7% menjadi US$62.700, sementara Ether melemah ke level US$1.670.
Sentimen pasar aset berisiko secara umum juga memburuk setelah prospek bisnis Broadcom mengecewakan investor dan indeks saham KOSPI Korea Selatan anjlok sebanyak 4,7%. (ARF)