Xinhua gelontorkan Rp2,6 triliun untuk AI penyebar pemikiran Xi
Sabtu, 06 Juni 2026
JAKARTA - Xinhuanet, perusahaan media milik kantor berita pemerintah China Xinhua, berencana menginvestasikan lebih dari 1,1 miliar yuan atau sekitar US$162 juta untuk mengembangkan agen kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan untuk mempelajari dan menyebarluaskan pemikiran Presiden, Xi Jinping.
Seperti dikutip Reuters, berdasarkan dokumen yang disampaikan ke Bursa Efek Shanghai, proyek bernama "Xinhua Yudian" tersebut akan menjadi platform AI yang berfokus pada pembelajaran, penelitian, dan penyebaran pemikiran Xi Jinping tentang Sosialisme dengan Karakteristik Tiongkok untuk Era Baru
Perusahaan menyebut sistem tersebut akan dibangun sebagai sumber informasi yang otoritatif dengan mengedepankan nilai-nilai arus utama dan misi "menyebarkan suara positif."
Selain menyajikan berita politik dan isu-isu terkini, AI tersebut dirancang untuk membantu pengguna memilah informasi di tengah banjir konten digital serta mengatasi "a dilemma of trust in distinguishing truth from falsehood".
Langkah ini sejalan dengan strategi nasional "AI+" yang diluncurkan China pada Maret lalu untuk mempercepat pemanfaatan kecerdasan buatan di seluruh sektor ekonomi.
Inisiatif tersebut juga melanjutkan upaya Beijing memanfaatkan teknologi digital guna memperluas jangkauan ideologi resmi negara, khususnya kepada generasi muda yang aktif di dunia maya.
Pada 2019, pemerintah China meluncurkan aplikasi propaganda "Xuexi Qiangguo" atau " Studi untuk membuat Tiongkok kuat".
Aplikasi tersebut sempat melampaui WeChat dan TikTok versi China sebagai aplikasi paling populer di App Store China.
Xinhuanet menyatakan AI baru itu akan menyajikan inti pemikiran dan pidato Xi kepada pengguna.
Platform tersebut juga dapat digunakan sebagai alat verifikasi kutipan untuk memastikan rujukan terhadap pernyataan Xi dalam penulisan dokumen resmi dan interpretasi kebijakan, keakuratan dan tanpa kesalahan terjamin.
Sistem AI itu akan dibangun menggunakan basis data milik Xinhua yang disebut sebagai pustaka konten "pure and clean".(DH)