Jeffrey Schmid: Tantangan Fed adalah tetap sabar atau naikkan bunga
Sabtu, 06 Juni 2026
KANSAS CITY - Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City, Jeffrey Schmid, mengungkapkan bahwa inflasi masih menjadi ancaman terbesar bagi perekonomian Amerika Serikat.
Ia juga mempertanyakan apakah Federal Reserve (The Fed) perlu mempertahankan suku bunga pada level tinggi lebih lama atau bahkan kembali memperketat kebijakan moneter guna memastikan stabilitas harga.
Dikutip dari FXStreet, dalam diskusi di Bank of Kansas City Economic Forum pada Kamis, Schmid mengatakan berbagai data ekonomi terbaru masih menunjukkan kondisi perekonomian Amerika Serikat yang relatif kuat.
Menurutnya, inflasi masih berada pada tingkat yang terlalu tinggi. Ia menilai upaya mengendalikan inflasi telah berlangsung selama lima tahun terakhir dan The Fed masih terus berupaya menemukan pendekatan yang paling efektif.
Schmid juga menyoroti bahwa sebagian besar kenaikan biaya energi yang dibayar masyarakat tetap berputar di dalam perekonomian domestik Amerika Serikat.
Menurutnya, pertanyaan terbesar terkait pasar minyak saat ini adalah berapa lama harga energi akan bertahan pada level tinggi. Ia menilai kondisi tersebut pada akhirnya sangat dipengaruhi oleh keputusan politik.
"Risiko terbesar yang dihadapi perekonomian saat ini adalah inflasi," ujar Schmid.
Ia mengatakan tantangan utama bagi The Fed saat ini adalah menentukan apakah bank sentral perlu tetap bersabar dalam menetapkan arah suku bunga atau justru kembali menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi agar kembali menuju target.
Menurut Schmid, target inflasi sebesar 2% merupakan sasaran yang mudah dipahami oleh publik sehingga The Fed tidak seharusnya mengaburkan pesan tersebut.
Ia menegaskan bahwa menjaga kredibilitas target inflasi tetap penting untuk mendukung efektivitas kebijakan moneter dan ekspektasi pasar terhadap langkah-langkah The Fed ke depan. (ARF)