Gugatan antimonopoli bayangi akuisisi Warner Bros oleh Paramount

Minggu, 07 Juni 2026

image

JAKARTA - Sejumlah negara bagian di Amerika Serikat, termasuk California dan New York, tengah menyiapkan gugatan hukum untuk menghalangi rencana akuisisi Warner Bros oleh Paramount Skydance senilai US$110 miliar.

Seperti dikutip Reuters, menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, gugatan diperkirakan diajukan dalam beberapa pekan ke depan.

Langkah itu berpotensi menjadi upaya paling agresif yang pernah dilakukan pemerintah negara bagian dalam penegakan hukum persaingan usaha di Amerika Serikat.

Jaksa Agung California Rob Bonta menjadi salah satu pihak yang paling vokal mengkritik transaksi tersebut. Bonta sebelumnya menyatakan akan menyelidiki kesepakatan itu setelah Paramount mengumumkan keberhasilannya mengungguli tawaran dari Netflix untuk mengakuisisi Warner Bros.

Pada Kamis, Bonta juga mengkritik apa yang ia sebut sebagai "abdikasi" pemerintahan Presiden Donald Trump dalam menjalankan fungsi pengawasan antimonopoli di tingkat federal.

Kantor Jaksa Agung California pada Jumat menyatakan investigasi terhadap transaksi tersebut masih berlangsung, tetapi menolak memberikan komentar lebih lanjut.

Laporan mengenai potensi gugatan langsung menekan saham kedua perusahaan. Saham Warner Bros turun 3,6%, sementara saham Paramount merosot 6,7% pada perdagangan Jumat.

Meski tidak semua gugatan antimonopoli berhasil menghentikan merger, proses hukum dapat memperlambat penyelesaian transaksi selama berbulan-bulan apabila pengadilan mengeluarkan perintah penundaan hingga perkara diputuskan.

Penundaan tersebut juga berpotensi menambah beban biaya bagi Paramount. Perusahaan sebelumnya menyatakan akan membayar kompensasi kepada pemegang saham mulai Oktober apabila transaksi belum rampung. Nilainya diperkirakan mencapai sekitar US$6,9 juta per hari.

Sejumlah analis sebelumnya memperkirakan Paramount memiliki peluang lebih besar memperoleh persetujuan regulator federal. (DH)

Faktor tersebut antara lain didukung koneksi politik perusahaan. Ayah CEO Paramount David Ellison, miliarder pendiri Oracle Larry Ellison, diketahui memiliki hubungan dekat dengan Trump.

Sementara itu, Departemen Kehakiman AS (DOJ) dilaporkan segera mengambil keputusan terkait transaksi tersebut.

Pada Maret lalu, DOJ mengirimkan surat panggilan untuk mengumpulkan informasi mengenai dampak merger terhadap produksi film, hak distribusi konten, persaingan layanan streaming, serta industri bioskop.

Paramount membela transaksi tersebut dan menilai penggabungan kedua perusahaan justru akan memperkuat persaingan di industri hiburan. "berarti memberikan keuntungan yang tidak pantas diterima oleh perusahaan-perusahaan mapan seperti Netflix."

Perusahaan juga menegaskan akan terus mempertahankan transaksi tersebut. "Kami akan terus melawan setiap upaya untuk menggagalkan kesepakatan yang jelas-jelas menguntungkan konsumen, kreator, dan industri secara keseluruhan."

Sebagai bagian dari komitmen pasca-akuisisi, Paramount berjanji tetap mengoperasikan kedua studio dan memproduksi sedikitnya 30 film layar lebar setiap tahun.

Rencana merger ini menggabungkan dua dari empat studio film terbesar Hollywood. Namun, kesepakatan tersebut menuai penolakan dari sejumlah aktor, penulis, dan pelaku industri yang khawatir terhadap potensi pemutusan hubungan kerja.

Pemilik jaringan bioskop juga menentang transaksi tersebut karena menilai penggabungan Warner Bros dan Paramount Pictures dapat mengurangi pilihan film yang tersedia di pasar dan memperlemah persaingan industri.