Hindari tarif Trump, perusahaan Swiss investasi US$27 miliar di AS

Senin, 08 Juni 2026

image

ZURICH -- Perusahaan-perusahaan Swiss telah menanamkan investasi senilai US$27 miliar di Amerika Serikat antara Januari hingga April 2026.

Langkah ini merupakan bagian dari janji Swiss untuk meningkatkan investasi secara besar-besaran di Amerika sebagai syarat agar produk Swiss tidak dihantam tarif tinggi oleh pemerintahan Presiden Amerika Donald Trump.

Seperti dikutip dari Reuters, Minggu (7.6/26), angka tersebut terungkap dari email internal Kamar Dagang Swiss-Amerika (Swiss Amcham) kepada para anggotanya, yang dilihat oleh surat kabar NZZ am Sonntag.

Kenapa Swiss Harus Investasi di AS?

Pada 14 November lalu, Swiss dan AS mencapai kesepakatan awal: perusahaan-perusahaan Swiss berkomitmen untuk menanamkan total $200 miliar di AS selama lima tahun ke depan.

Sebagai imbalannya, Trump bersedia memangkas tarif impor barang Swiss dari 39% menjadi 15%. Sebelumnya, tarif setinggi 39% itu diberlakukan Trump sejak awal Agustus, angka yang cukup mencekik bagi eksportir Swiss.

Sejumlah perusahaan besar Swiss sudah bergerak:

  • Novartis (farmasi raksasa) membangun pusat riset biomedis di San Diego dan fasilitas produksi obat kanker di Texas.
  • Roche (farmasi) memperluas kapasitas produksinya di North Carolina.
  • Ypsomed (alat kesehatan) sedang membangun pabrik baru di North Carolina.
  • MSC (perusahaan pelayaran terbesar dunia) membuka kantor pusat Amerika Utara di Miami — termasuk operasi kapal pesiar dan logistiknya.
  • Pfiffner Group dan Elma (perusahaan industri dan elektronik) memperluas kapasitas produksi di AS.

 "Kami adalah murid teladan dan kami menepati janji," ujar Rahul Sahgal, CEO Swiss Amcham, menanggapi soal investasi perusahaan-perusahaan Swiss di Amerika.

Namun, meski Swiss sudah patuh dan menjadi 'murid teladan' yang bahkan melampaui jadwal komitmen, Washington pekan ini tetap mengumumkan tarif baru terhadap negara-negara yang dianggap kurang serius memberantas praktik kerja paksa (forced labour).

Dalam daftar itu, Swiss justru dikenai tarif 12,5%, lebih tinggi dari tarif 10% yang dikenakan ke negara-negara Uni Eropa. (YS)