Penggunaan yuan global melonjak lebih dari dua kali lipat

Senin, 08 Juni 2026

image

TIONGKOK - Data terbaru dari Standard Chartered menunjukkan bahwa Renminbi Globalisation Index (RGI) mencapai 224,8 pada April, naik dari basis 100 pada Januari 2015.

Hal ini berarti penggunaan mata uang yuan secara global telah meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan satu dekade lalu, menurut laporan yang diterima Global Times pada Jumat.

Standard Chartered merevisi metodologi RGI, indeks yang mengukur penggunaan yuan secara global, untuk lebih mencerminkan perkembangan internasionalisasi yuan dan menyesuaikannya dengan tingkat kepentingan serta representasi indikator-indikator penyusunnya.

Seperti dikutip GlobalTimes, RGI yang telah direvisi menunjukkan penggunaan yuan global meningkat antara Februari dan April 2026, dengan indeks naik menjadi 224,8 pada April dari 212,1 pada Januari.

Pemulihan indeks ini didorong oleh dua faktor utama:

Pertama, meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong permintaan penyelesaian transaksi (settlement) menggunakan yuan secara global. 

Kedua, adanya berbagai kebijakan dari pemerintah China daratan dan Daerah Administratif Khusus Hong Kong (HKSAR) untuk mempercepat internasionalisasi mata uang tersebut, terutama setelah ukuran total RMB Business Facility (RBF) ditingkatkan menjadi 200 miliar yuan (US$29,53 miliar) dari sebelumnya 100 miliar yuan, menurut laporan tersebut.

Melalui penyaluran likuiditas dari pasar domestik untuk mendukung operasional di luar negeri, RBF menyediakan pendanaan untuk pembiayaan perdagangan, belanja modal, dan pinjaman modal kerja. 

Selain itu, peningkatan penerbitan obligasi Dim Sum, baik dari sisi skala maupun keragaman penerbit, turut memperkuat pertumbuhan pasar obligasi yuan offshore.

Rencana Lima Tahun ke-15 China (2026-2030) menargetkan percepatan transformasi negara tersebut menjadi kekuatan finansial utama dunia. 

Standard Chartered memperkirakan China akan meluncurkan lebih banyak kebijakan untuk mendorong internasionalisasi yuan. 

Meskipun tidak semua kebijakan ditujukan secara langsung untuk tujuan tersebut, penguatan posisi Hong Kong sebagai pusat keuangan internasional akan mendukung adopsi yuan secara lebih luas.

Sebagai contoh, apabila Hong Kong berkembang menjadi pusat perdagangan emas internasional, posisi yuan di tingkat global dapat semakin kuat. Konektivitas yang lebih dalam antara China daratan dan Hong Kong, serta terciptanya ekosistem pasar emas yang terintegrasi, juga akan memperkuat peran yuan dalam penetapan harga emas dan transaksi emas lintas negara.

Menurut Tian Lihui, Dekan Institute of Financial Development di Nankai University, sistem moneter global yang semakin bergerak menuju multipolaritas menciptakan peluang penting bagi internasionalisasi yuan.

Dalam jangka pendek, yuan diperkirakan akan memperkuat perannya sebagai mata uang jangkar di berbagai blok ekonomi regional. Dalam jangka menengah hingga panjang, didorong oleh perkembangan mata uang digital dan keuangan hijau, yuan berpotensi berkembang dari sekadar "mata uang transaksi" menjadi "mata uang cadangan" global.

Karena itu, strategi alokasi aset global yang berhati-hati perlu mempertimbangkan eksposur terhadap yuan sebagai aset inti yang menawarkan kombinasi antara stabilitas dan potensi pertumbuhan jangka panjang, ujar Tian.

Sebagai platform yang dikembangkan bersama oleh Bank Sentral China (PBOC), Hong Kong Monetary Authority, dan sejumlah bank sentral lainnya untuk mempercepat penyelesaian transaksi lintas negara menggunakan mata uang masing-masing, proyek multi-Central Bank Digital Currency Bridge (mBridge) terus menunjukkan kemajuan dalam beberapa tahun terakhir.

Sebagai contoh, Bank of Communications (BOCOM) Cabang Makau bergabung dalam kelompok pertama lembaga yang disetujui oleh Otoritas Moneter Makau untuk berpartisipasi dalam proyek mBridge pada 1 Juni. 

Sehari kemudian, cabang tersebut menyelesaikan dua transaksi penting di Makau: memfasilitasi remitansi lintas negara menggunakan e-MOP (Pataca Makau digital) untuk Macao Industrial Limited, serta mengeksekusi penerimaan dana lintas negara senilai 500 juta yuan digital untuk Far East Horizon Limited.

Akses awal BOCOM Makau ke mBridge memungkinkan nasabah lokal memperoleh layanan penyelesaian transaksi lintas negara yang lebih cepat dan lebih murah. (DK)