Satelit Rusia diduga ganggu sinyal GPS di eropa sejak 2019

Senin, 08 Juni 2026

image

MOSCOW - Jaringan satelit Rusia telah menyebabkan gangguan singkat pada sinyal GPS di seluruh Eropa dalam puluhan insiden sejak 2019, menurut penelitian baru.

Gangguan GPS (GPS jamming) telah menjadi masalah yang semakin sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. 

Seperti dikutip sky news, gangguan semacam ini juga disebut sebagai penyebab ledakan drone Ukraina di sebuah pelabuhan Rumania pada Jumat lalu.

Militer di berbagai belahan dunia secara rutin menggunakan teknik GPS jamming dan spoofing untuk melindungi diri dari serangan drone. 

Namun, gangguan tersebut biasanya bersifat lokal dan hanya memengaruhi wilayah geografis tertentu.

Insiden yang diungkap dalam makalah ilmiah terbaru ini termasuk di antara kasus pertama yang diketahui berasal dari luar angkasa, sehingga berpotensi menimbulkan implikasi yang luas.

Moskow berulang kali membantah melakukan GPS jamming.

Penelitian tersebut dilakukan oleh pakar sistem satelit navigasi global (GNSS) terkemuka, Todd E. Humphreys, yang memimpin Laboratorium Radionavigasi di University of Texas at Austin, bersama sejumlah peneliti lainnya.

Dalam makalah yang diterbitkan pada Jumat, para ilmuwan menyatakan bahwa gangguan terhadap sinyal GPS terdeteksi secara bersamaan di stasiun-stasiun pemantauan di Eropa, Greenland, dan Kanada.

Gangguan tersebut biasanya berlangsung antara tiga hingga lima detik. 

Data yang dianalisis menunjukkan adanya "satu sumber untuk setiap peristiwa", menurut makalah tersebut.

Makalah itu menambahkan:

"Penerima sinyal di daratan yang terdampak tersebar di area geografis yang sangat luas sehingga tidak mungkin dijangkau oleh satu sumber berbasis darat maupun pesawat. 

Karena itu, muncul hipotesis bahwa sumber gangguan berasal dari luar angkasa."

Sejak 2019, penelitian tersebut mengidentifikasi 75 hari yang mengalami setidaknya satu "peristiwa gangguan GNSS sementara berskala luas".

Gangguan tersebut sebagian besar terjadi pada hari kerja dan selama jam kerja.

Menurut makalah tersebut, pola itu "mengindikasikan keterlibatan manusia", karena fenomena yang benar-benar acak seharusnya muncul pada waktu yang lebih beragam.

Setelah menganalisis satelit-satelit yang berada di area terkait saat gangguan terdeteksi, para peneliti menarik kesimpulan penting.

Mereka menyatakan data tersebut memungkinkan mereka "mengidentifikasi sumber dengan tingkat keyakinan tinggi", yaitu "sebuah konstelasi kecil satelit Rusia yang berada di orbit Molniya ('petir')".

Namun, makalah tersebut tidak secara tegas menyatakan bahwa gangguan GPS dilakukan dengan sengaja.

Para peneliti menulis:

"Jika dilakukan secara sengaja, hal ini menandakan eskalasi kualitatif dalam gangguan terhadap GNSS."

Surat kabar The New York Times melaporkan bahwa pejabat senior United States Air Force telah menerima pengarahan mengenai gangguan tersebut, berdasarkan sumber yang mengetahui pengarahan itu dan berbicara dengan syarat anonim.

"Orang tersebut mengonfirmasi bahwa gangguan memang terjadi dan bahwa jaringan satelit Rusia bertanggung jawab atasnya, tetapi tidak menjelaskan jumlah insiden maupun tujuan di baliknya," tulis surat kabar tersebut. (DK)