China terus borong emas, cadangan devisa lampaui US$3,4 triliun
Senin, 08 Juni 2026
BEIJING - China telah meningkatkan cadangan emasnya selama 19 bulan berturut-turut, menurut data resmi yang dirilis pada Minggu.
Langkah ini mencerminkan strategi negara tersebut untuk mendiversifikasi cadangan internasional dan memperkuat keamanan keuangannya, kata para pakar China.
Data dari State Administration of Foreign Exchange (SAFE) menunjukkan bahwa cadangan emas China mencapai 74,96 juta troy ounce pada akhir Mei, naik 320.000 troy ounce dibandingkan bulan sebelumnya.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, pembelian emas yang terus dilakukan China membantu mengoptimalkan struktur cadangan negara sekaligus menjadi lindung nilai terhadap risiko fluktuasi mata uang utama dunia, kata analis keuangan senior Zhao Qingming kepada Global Times.
Seperti dikutip dari GlobalTimes, sebagai aset safe haven yang diakui secara global, peningkatan cadangan emas juga dapat memperkuat kredibilitas yuan dan menjadi fondasi penting bagi internasionalisasi mata uang China tersebut, tambah Zhao.
Berbeda dengan cadangan devisa yang keamanan dan nilainya dapat dipengaruhi oleh kebijakan negara penerbit mata uang, emas memiliki sifat yang lebih independen dan menawarkan perlindungan kedaulatan yang lebih kuat.
Emas juga berfungsi sebagai lindung nilai yang efektif terhadap inflasi, menjaga stabilitas nilai aset dari dampak inflasi global, kata Xi Junyang, profesor dari Shanghai University of Finance and Economics.
Pada Jumat, harga emas spot di London turun tajam menjadi US$4.327 per ounce, mendekati harga penutupan akhir tahun 2025 sebesar US$4.325 per ounce, menurut laporan Securities Times.
Menanggapi koreksi harga emas global belakangan ini, Zhao mengatakan bahwa volatilitas harga merupakan hal yang wajar di pasar keuangan.
"Emas telah mencatat kenaikan selama empat tahun berturut-turut, dan lonjakan yang sangat tajam telah menciptakan gelembung harga. Karena itu, koreksi harga saat ini tidak terhindarkan dan juga masuk akal," ujarnya.
Menurut Xi, China meningkatkan kepemilikan emas secara bertahap dan terukur, sehingga dampak volatilitas harga emas jangka pendek terhadap cadangan negara relatif terbatas.
SAFE juga mengungkapkan bahwa cadangan devisa China mencapai US$3,4422 triliun pada akhir Mei, naik US$31,7 miliar atau 0,93% dibandingkan bulan sebelumnya. Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak November 2015 dan telah bertahan di atas US$3,3 triliun selama 10 bulan terakhir.
SAFE menjelaskan bahwa kenaikan cadangan devisa didorong oleh penguatan Indeks Dolar AS dan meningkatnya harga aset global.
Selain itu, kinerja ekonomi China yang tetap solid turut menopang stabilitas cadangan devisa negara tersebut.
Perubahan lingkungan makroekonomi global dan ekspektasi kebijakan moneter negara-negara utama dunia turut mendorong penguatan Indeks Dolar AS pada Mei.
Di sisi lain, penyesuaian nilai tukar dan kenaikan harga aset juga berkontribusi pada peningkatan cadangan devisa China.
Xi Junyang menilai cadangan devisa China yang tetap berada pada level yang sehat mencerminkan meningkatnya kekuatan ekonomi nasional, keseimbangan neraca pembayaran internasional, serta ketahanan sektor eksternal yang kuat.
Ia menambahkan bahwa pertumbuhan cadangan devisa China erat kaitannya dengan kinerja ekspor negara tersebut.
Menurut data General Administration of Customs, total perdagangan luar negeri China pada empat bulan pertama 2026 mencapai 16,23 triliun yuan (US$2,39 triliun), naik 14,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ekspor tumbuh 11,3% menjadi 9,33 triliun yuan, sementara impor melonjak 20% menjadi 6,9 triliun yuan. (DK)