Harga Bitcoin, ether, dan solana, hanya Treasury Hyperliquid naik
Senin, 08 Juni 2026
WASHINGTON - Perusahaan treasury aset digital (digital asset treasury/DAT) telah melanda pasar publik dalam dua tahun terakhir, melahirkan puluhan perusahaan yang fokus mengakumulasi berbagai aset kripto mulai dari bitcoin, ether, Solana, Zcash, hingga yang terbaru token HYPE milik Hyperliquid.
Selama sebagian besar periode tersebut, lonjakan harga kripto dan premi pasar mendorong strategi ini, yang kemudian menarik lebih banyak perusahaan untuk mengadopsi model serupa.
Seperti dikutip TheBlock, namun pada paruh pertama 2026, penurunan tajam di sebagian besar pasar kripto mulai memperlihatkan perbedaan mencolok antara pemenang dan pihak yang merugi.
Hampir seluruh perusahaan treasury bitcoin, ether, dan Solana kini mencatat kerugian belum terealisasi (unrealized loss) bernilai miliaran dolar karena harga aset dasar mereka merosot ke level terendah dalam beberapa tahun.
Sebaliknya, data terbaru dari platform analitik kripto Artemis menunjukkan perusahaan treasury Hyperliquid masih mampu melawan tren tersebut dan menjadi satu-satunya kelompok yang tetap membukukan keuntungan belum terealisasi yang signifikan.
Hyperliquid Strategies, perusahaan treasury HYPE terbesar, memiliki sekitar 23,7 juta token HYPE dan masih mencatat keuntungan belum terealisasi lebih dari US$1,1 miliar meski token tersebut baru saja terkoreksi dari rekor tertinggi di atas US$74 awal pekan ini.
Sementara itu, Hyperion DeFi yang memiliki lebih dari 2 juta token HYPE berdasarkan dokumen terbaru ke SEC, juga masih mencatat keuntungan belum terealisasi sekitar US$35 juta.
Jika ada satu perusahaan yang paling menggambarkan kemunduran tren ini, maka perusahaan tersebut adalah Strategy, pemegang bitcoin korporasi terbesar di dunia sekaligus pelopor model treasury kripto modern.
Data dari SaylorTracker menunjukkan Strategy kini menanggung kerugian belum terealisasi lebih dari US$12,8 miliar, meskipun mulai mengakumulasi bitcoin saat harga BTC masih sekitar US$10.000.
Biaya rata-rata akuisisi perusahaan kini naik menjadi sekitar US$75.000 per bitcoin setelah bertahun-tahun melakukan pembelian.
Pergerakan nilai portofolio Strategy sangat ekstrem.
Saat bitcoin melampaui US$126.000 pada Oktober lalu, perusahaan sempat mencatat keuntungan belum terealisasi lebih dari US$14 miliar.
Namun keuntungan itu berubah menjadi kerugian sekitar US$9,5 miliar pada Februari sebelum kembali positif pada April.
Pekan ini, setelah Strategy mengumumkan penjualan 32 bitcoin senilai US$2,5 miliar, harga BTC mulai melemah hingga menyentuh level terendah jangka panjang sekitar US$59.100 pada Jumat, membuat perusahaan mencatat kerugian kertas sekitar 20% dari kepemilikannya.
Saham Strategy (MSTR) juga turun lebih dari 11% pada Jumat menjadi sekitar US$116, tidak jauh dari titik terendah dalam dua tahun terakhir.
Perusahaan asal Jepang, Metaplanet, yang termasuk salah satu pengadopsi paling awal dan agresif strategi treasury bitcoin ala Strategy, juga berada di bawah tekanan.
Perusahaan tersebut kini mencatat kerugian belum terealisasi hampir US$1,7 miliar dari kepemilikan bitcoinnya.
Sahamnya yang tercatat di AS juga turun ke sekitar US$1,40, level terendah sejak menerapkan strategi tersebut pada 2024.
Tekanan juga melanda perusahaan treasury Ethereum setelah ETH jatuh di bawah US$1.550 pada Jumat, level terendah dalam lebih dari satu tahun.
Bitmine, yang dipimpin Tom Lee dari Fundstrat dan merupakan perusahaan treasury ether terbesar di dunia, memiliki lebih dari 5,4 juta ETH senilai sekitar US$8,6 miliar berdasarkan harga saat ini.
Data Artemis memperkirakan perusahaan itu menanggung kerugian belum terealisasi sekitar US$10,5 miliar.
Kepemilikan Bitmine setara hampir 4,5% dari seluruh pasokan ETH yang beredar.
Perusahaan bahkan sebelumnya menyatakan targetnya adalah menguasai 5% dari total pasokan ether.
Saham BMNR turun lebih dari 10% pada Jumat ke sekitar US$16, level terendah sejak meluncurkan strategi treasury ether pada Juni 2025.
Sharplink, perusahaan DAT ether besar lainnya, juga terdampak.
Perusahaan tersebut memiliki hampir 869.000 ETH dan menghadapi kerugian kertas sekitar US$1,8 miliar.
Perusahaan treasury Solana juga tidak luput dari tekanan setelah harga SOL jatuh di bawah US$65 pada Jumat, level terendah sejak akhir 2023.
Forward Industries, perusahaan treasury Solana terbesar yang diperdagangkan di bursa, kini menghadapi kerugian belum terealisasi sekitar US$1,2 miliar atas kepemilikan lebih dari 6,8 juta token SOL. (DK)