Pilot jet tempur F-18 ungkap detik-detik dirudal oleh USS Gettysburg

Jumat, 05 Desember 2025

image

JAKARTA – Sebuah kapal perang Amerika Serikat (AS) secara keliru menembakkan rudal ke jet tempur AS, membuat sang pilot mengaku sempat melihat hidupnya “terlintas” sebelum berhasil menyelamatkan diri.

Seorang pilot Angkatan Laut AS menceritakan kepada penyelidik bahwa ia melihat hidupnya seolah berlalu di depan mata ketika jetnya ditembak jatuh secara tidak sengaja oleh kapal perang Amerika di Laut Merah.

Dilansir dari Business Insider, ia dan perwira sistem senjata yang duduk di belakangnya berhasil menyelamatkan diri dengan kursi lontar sebelum pesawat itu hancur.

Investigasi komando atas insiden salah tembak pada akhir Desember 2024 mengungkap bahwa kru kapal penjelajah USS Gettysburg keliru mengidentifikasi dua jet tempur F/A-18 Super Hornet sebagai rudal jelajah anti-kapal yang diduga ditembakkan pemberontak Houthi di Yaman.

Dalam kegagalan sistem dan prosedur yang fatal, USS Gettysburg menembakkan rudal permukaan-ke-udara ke dua Super Hornet tersebut, menjatuhkan satu pesawat dan hampir mengenai yang kedua. Kapal itu bahkan mengunci target pada pesawat ketiga, tetapi tidak sempat menembak.

Gettysburg dan gugus tempur yang dipimpin kapal induk USS Harry S. Truman memasuki Laut Merah pada Desember 2024 untuk menggantikan operasi Angkatan Laut AS terhadap serangan Houthi yang telah hampir setahun mengganggu jalur pelayaran internasional.

Pada dini hari 22 Desember, hanya sepekan setelah memasuki area operasi, Gettysburg secara tidak sengaja menembak jatuh sebuah Super Hornet dari skuadron VFA-11 “Red Rippers,” senilai sekitar US$60 juta. Kedua awaknya selamat.

Investigasi menunjukkan insiden itu nyaris berujung tragedi yang lebih besar. Saat rudal pertama diluncurkan, awak jet awalnya mengira misil itu mengejar drone Houthi yang belum mereka temukan.

Ketika rudal tiba-tiba berbelok ke arah mereka, sang pilot mengatakan ia langsung merasa hidupnya akan berakhir, dan keduanya terpaksa melontarkan diri sesaat sebelum jet dihantam. Tak lama kemudian, rudal kedua ditembakkan ke jet Amerika lainnya.

Meski sempat mengirim panggilan mayday berulang kali, pilot memilih bermanuver menghindar. Rudal itu terus mengoreksi lintasan, namun meleset hanya beberapa kaki sebelum jatuh dan meledak di laut.

Seorang komandan helikopter Angkatan Laut yang menyaksikan peristiwa itu mengatakan awaknya melihat rudal melintas di atas kepala tanpa ada peringatan sebelum tembakan dilepaskan. (DK)