ADES ekspansi ke bisnis gummy, siap bersaing dengan YUPI dan MYOR
Senin, 08 Juni 2026
JAKARTA – PT Akasha Wira International Tbk (ADES), emiten air minum dalam kemasan (AMDK) di bawah Coca-Cola Company, mengungkap rencana untuk menambah izin usaha sebagai upaya ekspansi Perseroan.
Menurut keterangan resmi ADES, Senin (8/6), Perseroan berencana untuk melakukan pengembangan usaha ke bidang industri kembang gula, yang mencakup usaha pembuatan berbagai jenis kembang gula berbahan dasar non-cokelat (KBLI 10734).
“Sejalan dengan rencana tersebut, Perseroan akan menambah varian produk berupa gummy (permen jelly) dengan fokus pada konsep indulgent gummy,” jelas manajemen ADES lebih lanjut.
Menurut Perseroan, industri makanan dan minuman ringan bertumbuh positif didukung sektor “novelty confectionery,” terutama pasar produk gummy atau permen jeli tersebut.
“Pasar gummy di Indonesia menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, ditandai dengan semakin banyaknya produk gummy impor yang masuk dan diterima dengan baik oleh pasar domestik,” ungkap manajemen.
Pasar permen jeli di Indonesia—yang terbagi antara segmen gummy biasa dan functional gummies—berkembang pesat dengan estimasi total nilai pasar berkisar antara USD 850-950 juta, atau Rp13,6-15,2 triliun pada 2026.
“Permen jeli biasa mencatat laju Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 4,5% hingga 5,2% per tahun, sementara segmen functional gummies menjadi kategori dengan pertumbuhan paling cepat dengan CAGR mencapai 8,54% per tahun,” imbuh manajemen.
Dalam jangka panjang, Perseroan menilai bahwa formulasi produk gummy sangat mudah diubah untuk menyesuaikan selera dan gaya hidup konsumen, sehingga akan menciptakan peluang inovasi yang berkepanjangan.
Perseroan menyatakan bahwa target pasar utama adalah konsumen umur 6-35 tahun, yang tinggal di perkotaan dan aktif di media sosial.
Namun, manajemen ADES mengakui bahwa pemasaran produk gummy oleh Perseroan tidak lepas dari adanya persaingan, termasuk PT Ranjani Jaya Lestari, Amos Food Group, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR).
“Pihak yang mendominasi dalam bidang industri yang sama dengan Perseroan adalah PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI),” ujarnya.
Dalam rangka diversifikasi portofolio usaha ini, Perseoan akan mengalokasikan investasi senilai Rp46,2 miliar dari kas internal untuk akuisisi tanah, bangunan, dan mesin, dengan payback period 1 tahun 9 bulan.
Namun, rencana penambahan izin usaha ini akan terlebih dahulu dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 17 Juni 2026 mendatang.
Sebagai catatan, hingga akhir Desember 2025 Water Partners Bottling S.A., usaha patungan Nestle dan Coca-Cola Company, menguasai 91,35% saham ADES, sedangkan 8,65% sisanya dimiliki masyarakat. (ZH)