OpenAI sulap ChatGPT jadi Superapp, tinggalkan era chatbot
Senin, 08 Juni 2026
JAKARTA - OpenAI dilaporkan tengah menyiapkan perubahan besar pada ChatGPT dengan mengubahnya menjadi sebuah "superapp" yang mengintegrasikan berbagai layanan berbasis kecerdasan buatan dalam satu platform.
Laporan Financial Times yang mengutip lebih dari selusin karyawan dan mantan karyawan OpenAI menyebut transformasi tersebut dapat mulai terlihat dalam beberapa pekan ke depan.
Perusahaan disebut ingin menjadikan ChatGPT sebagai pintu masuk utama untuk berbagai layanan, termasuk agen AI, pemrograman, pembuatan gambar, dan produktivitas digital.
Seperti dikutip Gizmodo, seorang staf senior OpenAI mengatakan, "Obrolan sudah mati Salah satu pilar utama strategi tersebut adalah Codex, alat pemrograman OpenAI yang telah menawarkan skema langganan berjenjang. OpenAI juga mendorong model bisnis berbasis perusahaan, di mana pelanggan korporasi membayar berdasarkan penggunaan token dan akses karyawan.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pendapatan di tengah persaingan yang semakin ketat dengan Anthropic. Dalam beberapa waktu terakhir, Anthropic memperkuat posisinya di pasar korporasi dan menjadi pesaing utama OpenAI menjelang potensi penawaran saham perdana (IPO).
Arah pengembangan itu sebelumnya sempat diungkap Chief Revenue Officer OpenAI, Denise Dresser, dalam sebuah unggahan blog pada April lalu. Dresser menyebut OpenAI tengah membangun, "Aplikasi super AI terpadu sebagai pengalaman utama tempat karyawan menyelesaikan pekerjaan." Ia menambahkan platform tersebut akan,
"Menggabungkan yang terbaik dari ChatGPT, Codex, penelusuran berbasis agen, dan kemampuan yang lebih luas." Menurut Financial Times, konsep tersebut tidak lagi diposisikan sebagai produk terpisah, melainkan akan menjadi evolusi langsung dari ChatGPT.
Upaya menjadikan ChatGPT sebagai pusat aktivitas digital sebenarnya telah dimulai sejak 2023 melalui peluncuran ChatGPT Plugins. Namun fitur tersebut gagal berkembang sesuai harapan dan akhirnya dihentikan.
OpenAI kemudian memperkenalkan Apps pada Oktober tahun lalu sebagai pengganti yang lebih matang. Dalam rancangan terbaru, ChatGPT disebut akan lebih aktif mengarahkan pengguna untuk memanfaatkan aplikasi pihak ketiga, layanan pemrograman, hingga fitur pembuatan gambar.
Dalam jangka panjang, OpenAI bahkan disebut ingin mengurangi ketergantungan pada perintah atau prompt yang selama ini menjadi inti penggunaan chatbot. Menurut laporan tersebut, perusahaan bertaruh model AI generasi berikutnya mampu memahami kebutuhan pengguna secara otomatis saat mereka menggunakan aplikasi atau situs ChatGPT.(DH)