Ketidakpastian pasokan bayangi pasar minyak global

Senin, 08 Juni 2026

image

LONDON - Guncangan pasokan minyak terbesar dalam beberapa dekade terakhir telah memasuki bulan keempat tanpa adanya tanda-tanda penyelesaian. Baik Amerika Serikat maupun Iran belum menunjukkan kesediaan untuk mengalah, namun pasar minyak justru tetap terlihat relatif tenang.

Dikutip dari Reuters, kondisi tersebut mencerminkan realitas yang tidak nyaman bagi para pelaku pasar energi. Saat ini, pergerakan pasar minyak global sangat dipengaruhi oleh berbagai ketidakpastian yang belum memiliki jawaban jelas.

Serangan terbaru antara Iran dan Israel pada akhir pekan lalu sempat mendorong harga minyak naik lebih dari 4% hingga mencapai US$98 per barel pada Senin (8/6).

Meski demikian, harga minyak mentah Brent masih berada jauh di bawah level yang sempat tercatat beberapa pekan lalu dan tetap berada dalam kisaran yang relatif normal jika dibandingkan dengan pergerakan harga selama dua dekade terakhir.

Kondisi tersebut terjadi meskipun Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling penting di dunia, masih mengalami pembatasan signifikan selama lebih dari tiga bulan.

Gangguan di jalur tersebut telah memengaruhi aliran pasokan yang setara dengan sekitar 13% dari pasokan minyak global.

Sebagian besar ketenangan pasar didorong oleh harapan bahwa situasi di kawasan Teluk dapat berubah dengan cepat apabila tercapai kesepakatan politik.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam beberapa pekan terakhir berulang kali menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran sudah dekat. Pernyataan tersebut turut membantu meredam kenaikan harga minyak.

Namun hingga kini, belum terdapat indikasi kuat bahwa Washington dan Teheran semakin dekat menuju kesepakatan jangka panjang. Kedua negara masih terus melancarkan serangan terhadap berbagai target di kawasan.

Bahkan jika Selat Hormuz resmi dibuka kembali dalam beberapa pekan mendatang, yang juga belum menjadi skenario utama pasar saat ini, kondisi tersebut tidak serta-merta akan memulihkan arus pasokan sepenuhnya.

Aktivitas pelayaran internasional tidak hanya dipengaruhi oleh faktor geopolitik, tetapi juga oleh pertimbangan risiko. (ARF)