Ukraina bangun kanal antidrone sepanjang 822 km
Senin, 08 Juni 2026
KYIV - Sejak awal 2026, Ukraina telah membangun 822 kilometer infrastruktur perlindungan kanal antidrone di sepanjang jalur logistik dekat garis depan .
Infrastruktur tersebut dirancang untuk melindungi pergerakan pasokan, evakuasi korban, dan mobilitas personel militer dari ancaman serangan drone Rusia.
Dikutip dari Euromaidan Press, Menteri Pertahanan Ukraina, Mykhailo Fedorov, mengatakan bahwa Ukraina juga telah memulihkan lebih dari 170 kilometer jalan yang rusak di berbagai wilayah garis depan.
Pada Mei saja, State Special Transport Service Ukraina membangun 211 kilometer perlindungan antidrone baru. Pada periode yang sama, otoritas juga memperbaiki 38 kilometer jalur terlindungi yang sebelumnya mengalami kerusakan serta merehabilitasi 115,5 kilometer jalan konvensional di wilayah garis depan.
Serangan drone First-Person View (FPV) dan drone pengintai Rusia yang memburu kendaraan Ukraina dalam radius 15 hingga 30 kilometer dari garis depan telah memaksa Kyiv membangun infrastruktur permanen untuk melindungi jalur logistiknya.
Cara KerjaPerlindungan antidrone di jalur logistik Ukraina umumnya berbentuk terowongan berjaring di atas jalan, kanopi berbahan kawat baja, serta berbagai penghalang yang diperkuat pada ruas jalan yang berada dalam jangkauan operator drone FPV Rusia.
Struktur tersebut dirancang untuk mencegat drone sebelum mencapai sasaran sehingga truk logistik, kendaraan evakuasi medis, dan rotasi personel militer dapat tetap bergerak di jalur yang sebelumnya dianggap sangat berbahaya.
Menurut Fedorov, setiap kilometer jalur yang terlindungi memiliki dampak langsung terhadap efektivitas operasi militer Ukraina.
"Setiap kilometer yang terlindungi berarti logistik yang lebih aman, distribusi pasokan yang lebih cepat, evakuasi korban yang lebih efektif, dan pergerakan militer yang lebih aman meskipun berada di bawah ancaman serangan drone secara terus-menerus," ujarnya
Pembangunan infrastruktur tersebut berlangsung di tengah meningkatnya tekanan Ukraina terhadap jalur logistik Rusia.
Sejumlah laporan menyebut Rusia mulai membatasi transportasi sipil di beberapa jalan utama wilayah pendudukan setelah serangan drone dari Ukraina.
Moskow dilaporkan menghentikan layanan bus reguler di jalur R-280 Novorossiya dan jalan raya R-150 Belgorod-Mariupol sebagai respons terhadap ancaman drone.
Jika Ukraina membangun infrastruktur fisik berupa jaring, kawat baja, dan penghalang untuk menjaga kelancaran logistiknya, Rusia juga mulai menerapkan langkah serupa di sejumlah fasilitas strategis.
Salah satu contohnya adalah pemasangan jaring antidrone di depot minyak Velikolukskaya yang berada di Kota Velikiye Luki, Oblast Pskov.
Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana ancaman drone kini semakin membentuk strategi logistik dan pertahanan kedua pihak dalam perang yang masih berlangsung antara Rusia dan Ukraina. (ARF)