Emiten Hashim WIFI jajaki penerbitan obligasi dan sukuk Rp2,5 triliun

Senin, 08 Juni 2026

image

JAKARTA – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) menjajaki penerbitan Obligasi Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026 dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Tahap I Tahun 2026 masing-masing senilai Rp1,25 triliun pada 23 Juni 2026 mendatang.

Penerbitan ini adalah bagian dari Penawaran Umum Obligasi dan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I WIFI dengan total target himpunan dana Rp5 triliun.

Kini, Perseroan tengah berada dalam fase masa penawaran awal (bookbuilding) hingga 17 Juni 2026.

WIFI mengungkap bahwa baik obligasi maupun sukuk ijarah akan ditawarkan dalam tiga seri, meski detail nilai tiap seri belum diungkapkan. Namun, tiga seri tersebut akan ditawarkan dengan jangka waktu beragam, yaitu 370 hari, 2 tahun, dan 3 tahun.

Perseroan juga belum menentukan besaran kupon tiap seri. Meski demikian, WIFI akan membayar kupon obligasi dan imbal hasil sukuk ijarah tiap tiga bulan, degan pembayaran pertama diproyeksi jatuh pada 26 September 2026.

Manajemen WIFI mengungkap bahwa seluruh dana hasil penerbitan instrumen utang ini akan disalurkan sebagai fasilitas pembiayaan pembelian kepada entitas anaknya, yaitu PT Telemedia Komunikasi Pratama (TKP) – penyelenggara proyek Internet Rakyat (IRA).

“Seluruh dana tersebut akan digunakan oleh TKP sebagai belanja modal dalam rangka pembangunan Fixed Wireless Access (FWA) dengan memanfaatkan pita frekuensi 1,4 GHz yang berlokasi di Pulau Jawa,” jelas manajemen.

Rinciannya adalah sebagai berikut:

  1. Sekitar 32,37% dari hasil penerbitan obligasi dan sukuk ijarah untuk pembelian 680 unit perangkat Customer Premises Equipment (CPE)
  2. Sekitar 62,83% dari hasil penerbitan obligasi dan sukuk ijarah untuk pembelian 680.000 unit perangkat Radio Access Network (RAN)
  3. Sekitar 4,80% dari hasil penerbitan obligasi dan sukuk ijarah untuk biaya jasa penggelaran berupa biaya instalasi atau pemasangan perangkat.

Perseroan menyatakan akan membeli perangkat CPE dan RAN dari vendor-vendor pihak ketiga yang tidak terafiliasi dengan WIFI maupun TKP.

“Target waktu realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Obligasi (dan Sukuk Ijarah) akan dilaksanakan dalam Kuartal 3 sampai Kuartal 4 tahun 2026,” tegas manajemen dalam prospektus awalnya, Senin (8/6).

Menurut Perseroan, TKP akan membutuhkan total pendanaan selama tahun 2026 sebesar Rp7,7 triliun, sedangkan hingga 2031 mendatang, TKP telah mengalokasikan total belanja modal sebesar Rp26,2 triliun.

“Untuk pemasangan 5.500 site RAN yang diharapkan dapat melayani 3,7 juta pelanggan,” jelas manajemen lebih lanjut.

Sebelumnya, IDNFinancials pernah mengutip laporan Bloomberg yang mengatakan bahwa WIFI tengah mempertimbangkan pendanaan dari kredit privat akibat minat publik yang meredup terhadap obligasi.

Namun, WIFI, atau Surge, juga disebut masih membuka peluang untuk menerbitkan obligasi publik apabila permintaan investor dalam proses bookbuilding untuk obligasi privat tersebut cukup kuat.

Hingga akhir 2025, WIFI mencatatkan total aset Rp15,2 triliun, dengan ekuitas Rp8,5 triliun dan liabilitas Rp6,7 triliun – yang menghasilkan rasio debt to equity (DER) sebesar 0,78. (ZH)