IRGC: Serang Haifa, Israel memulai 'permainan' berbahaya

Selasa, 09 Juni 2026

image

TEL AVIV - Korps Garda Revolusi Islam Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps/IRGC) menyatakan Israel telah memulai "permainan berbahaya" dengan menargetkan industri minyak, fasilitas petrokimia, dan lokasi sipil dalam serangkaian serangan terbaru.

Dikutip dari InvestingLive, Iran menegaskan bahwa serangan rudal yang dilancarkan ke fasilitas petrokimia di wilayah Haifa merupakan respons atas serangan Israel terhadap sektor petrokimia Iran.

IRGC menyatakan tindakan tersebut merupakan bentuk balasan setimpal atas serangan yang sebelumnya dilakukan Israel.

Menurut IRGC, Israel telah memicu eskalasi baru dengan menyerang infrastruktur energi dan lokasi sipil, termasuk fasilitas petrokimia di Mahshahr yang menjadi salah satu aset penting dari sektor energi Iran.

Serangan Israel terhadap kompleks petrokimia Mahshahr disebut sebagai salah satu serangan paling signifikan terhadap sektor energi Iran sejak gencatan senjata yang diberlakukan pada April lalu.

Laporan yang beredar menyebutkan sekitar 30 rudal telah ditembakkan Iran ke wilayah Israel sejak Minggu (8/7).

Serangan tersebut dilakukan setelah Iran memutuskan untuk membalas serangan Israel terhadap wilayah Beirut.

Diplomasi AS-Iran terancam

Eskalasi terbaru juga dinilai mengancam proses diplomasi yang sedang berlangsung antara Washington dan Teheran.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan perkembangan yang terjadi semalam hanya akan memperburuk situasi yang sudah kacau dalam proses negosiasi dengan Amerika Serikat.

Menurutnya, peningkatan ketegangan militer berisiko menggagalkan upaya diplomatik yang sebelumnya mulai bergerak menuju kemungkinan tercapainya kesepakatan.

Serangan yang terus berulang juga memunculkan keraguan mengenai kemampuan kedua pihak untuk mempertahankan jalur negosiasi di tengah kembali meningkatnya konfrontasi militer.

Penargetan fasilitas petrokimia turut meningkatkan kekhawatiran di pasar energi global.

Harga minyak melonjak setelah pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan meluasnya serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah.

Pejabat Iran juga memperingatkan bahwa apabila serangan terhadap aset-aset energi terus berlanjut, maka fasilitas energi lain di kawasan berpotensi menjadi sasaran berikutnya.

Peringatan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran investor terhadap risiko gangguan pasokan energi global di tengah konflik yang terus memanas antara Iran dan Israel. (ARF)