IHSG terendah 4,5 tahun, dana asing keluar Rp447 miliar

Senin, 08 Juni 2026

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 252,63 poin atau 4,52% ke level 5.342,14 pada perdagangan Senin (8/6), membawa indeks acuan saham Indonesia ini ke level terendah sekitar 4,5 tahun atau sejak November 2020.

Data Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan net sell atau penjualan bersih investor asing mencapai Rp447,05 miliar pada Senin, menambah total net sell sejak awal tahun jadi Rp61,8 triliun.

Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing.

Dengan rincian net sell investor asing pada TPIA mencapai Rp1,13 triliun, BBCA Rp1,1 triliun, dan BMRI Rp236 miliar.

Analis Phintraco Sekuritas menilai tekanan terhadap pasar dipicu kombinasi sentimen domestik dan global. Menurut riset yang disampaikan usai penutupan perdagangan, meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel telah mendorong harga minyak mentah kembali melonjak 4%.

Lonjakan tersebut ikut membebani mayoritas bursa saham Asia awal pekan ini, termasuk IHSG.

Secara teknikal, analis Phintraco menyebut IHSG telah ditutup di bawah level Moving Average (MA) 200 bulanan. "Sehingga potensi penurunan IHSG lebih lanjut masih berpeluang terbuka secara teknikal," jelas analis Phintraco.

Dari pasar valuta asing, rupiah berlanjut melemah 0,84% ke Rp18.188 per dolar AS. Pelemahan ini juga dihadapi oleh mata uang negara emerging market Asia Pasifik lainnya, termasuk ringgit Malaysia yang melemah 1,09%.

Namun sejumlah mata uang seperti won Korea terpantau menguat 1,52% terhadap dolar AS dan yuan China menguat 0,05%. (KR)