Iran dan Israel hentikan serangan, ketegangan belum usai
Selasa, 09 Juni 2026
TEL AVIV - Iran dan Israel menyatakan telah menghentikan serangan untuk sementara, meski kedua pihak tetap membuka kemungkinan untuk kembali melanjutkan aksi militer apabila situasi kembali memburuk.
Dikutip dari Reuters, Israel sebelumnya melancarkan serangan terhadap Iran setelah Teheran menembakkan rudal ke wilayah Israel pada Minggu.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah mendesak kedua negara untuk segera menghentikan aksi saling serang. Trump bahkan dilaporkan menunjukkan rasa frustrasi terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di tengah meningkatnya ketegangan.
Sementara itu, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan bahwa tujuan akhir dari negosiasi perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat semakin dekat untuk tercapai.
Melalui unggahan di platform X, Sharif mengatakan kesepakatan damai kini berada pada tahap yang sangat dekat untuk diwujudkan.
Sebelumnya, pembicaraan damai langsung yang digelar di Islamabad pada April berakhir tanpa menghasilkan kesepakatan. Pakistan dan Qatar juga telah beberapa kali memfasilitasi perundingan tidak langsung antara kedua pihak.
Korban di Iran
Organisasi Darurat Nasional Iran melaporkan sedikitnya 15 orang mengalami luka-luka akibat saling serang antara Iran dan Israel.
Sebanyak 14 korban luka berada di Kabupaten Mahshahr, Provinsi Khuzestan, sementara satu orang lainnya terluka di Teheran.
Hingga saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat serangan tersebut.
Di pihak Israel, tidak ada laporan korban setelah militer negara itu mengklaim seluruh rudal yang diluncurkan Iran berhasil dicegat.
Israel hentikan serangan
Setelah sebelumnya dilaporkan oleh Channel 12 Israel, seorang sumber yang mengetahui perkembangan tersebut mengonfirmasi kepada Reuters bahwa Israel telah memutuskan untuk menghentikan serangan terhadap Iran.
Keputusan tersebut menandai meredanya eskalasi terbaru yang sempat memicu kekhawatiran pasar global dan meningkatkan risiko meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
Meski demikian, belum ada jaminan bahwa ketenangan saat ini akan berlangsung lama mengingat kedua pihak masih mempertahankan sikap waspada dan membuka kemungkinan untuk kembali melanjutkan operasi militer apabila ketegangan kembali meningkat. (ARF)