India minta tarif yang lebih kompetitif kepada Amerika

Selasa, 09 Juni 2026

image

NEW DELHI - India mendorong tarif baru yang lebih menguntungkan dari Amerika Serikat sebagai bagian dari pembicaraan untuk menyelesaikan kesepakatan perdagangan sementara dengan Washington, kata seorang pejabat perdagangan India pada Senin.

AS dan India telah mencapai kesepahaman awal mengenai kesepakatan dagang pada Februari, namun negosiasi melambat setelah langkah tarif besar-besaran Presiden AS Donald Trump dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS.

Seperti dikutip Reuters, AS kemudian mengusulkan tarif tambahan sebesar 12,5% atas impor dari India dan negara lain, dengan alasan penggunaan tenaga kerja paksa oleh negara-negara tersebut. 

AS juga mempertimbangkan tarif terpisah terhadap India, dengan klaim bahwa India memiliki kapasitas berlebih di sektor seperti tekstil dan mengekspor terlalu banyak ke AS sehingga merugikan industri domestik Amerika.

“Setelah tarif itu ada, kami bisa menyelesaikan kesepakatan dagang dengan AS.  Namun tentu saja tarifnya harus kompetitif dibandingkan dengan pesaing langsung,” kata pejabat perdagangan India yang berbicara secara anonim kepada wartawan.

India juga akan meminta jaminan dari AS bahwa tidak akan dikenakan tarif tambahan di masa depan setelah kesepakatan tercapai, kata pejabat tersebut.

Pejabat itu tidak ingin disebutkan namanya karena pembicaraan antara kedua negara bersifat rahasia. 

Kementerian Perdagangan India belum segera menanggapi permintaan komentar melalui email.

Pembicaraan dagang bilateral meningkat pekan lalu ketika delegasi AS yang dipimpin Asisten Perwakilan Dagang AS untuk Asia Selatan dan Tengah, Brendan Lynch, melakukan tiga hari perundingan dengan pejabat perdagangan India di New Delhi.

Minggu lalu, Menteri Perdagangan India Piyush Goyal mengatakan kedua pihak bergerak cepat menuju penyelesaian tahap pertama perjanjian dagang bilateral yang bisa selesai pada pertengahan Juli. (DK)