IHSG dibayangi pelemahan rupiah dan devisa, berisiko uji 5.100
Selasa, 09 Juni 2026
JAKARTA – IHSG diperkirakan kembali menghadapi tekanan pada perdagangan Selasa (9/6), setelah anjlok 4,52% ke level 5.342,14 pada Senin.
Dalam laporan sebelumnya, pelemahan itu membawa IHSG ke level terendah dalam hampir 5,5 tahun atau sejak November 2020.
Analis BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang disampaikan hari ini, menyebut sentimen domestik menjadi perhatian utama pasar setelah cadangan devisa Indonesia turun selama lima bulan berturut-turut, menjadi US$144,9 miliar per Mei 2026.
Pada saat yang sama, investor asing membukukan net sell Rp588 miliar di pasar reguler pada Senin, sementara nilai tukar rupiah melemah 0,84% ke Rp18,187,5 per dolar Amerika Serikat (AS).
Dalam jangka pendek, analis BRI Danareksa memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dengan area support di 5.200 dan resistance di 5.600.
"Pergerakan rupiah yang bertahan di atas Rp18.150 per dolar AS menjadi risiko utama bagi pasar, terutama jika diikuti berlanjutnya arus keluar dana asing," tulis analis BRI Danareksa.
Sementara itu analis Phintraco Sekuritas menilai penurunan cadangan devisa, berpotensi menurunkan kepercayaan investor dan lembaga pemeringkat global. "Untuk itu pemerintah perlu meningkatkan kepercayaan investor pasar keuangan, mendorong ekspor, mengurangi impor, serta menarik investasi asing," tulis Phintraco dalam risetnya.
Secara teknikal, analis Phintraco menyebut IHSG telah berada di bawah level MA200 bulanan sehingga membuka potensi pelemahan lanjutan, dengan target support di 5.100.
Sejalan dengan pandangan tersebut, analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan nilai tukar dan aksi jual akan kembali jadi sentimen negatif bagi IHSG.
Sehingga IHSG diperkirakan bergerak variatif, dengan kecenderungan melemah pada kisaran support 5.225-5.110 dan resistance 5.460-5.575, meskipun pembatalan skema gross split untuk sektor nonmigas dan penguatan di bursa Wall Street jadi sentimen positif.
Pada perdagangan Senin, indeks saham di bursa Wall Street ditutup bervariasi. Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 0,16%. Sementara itu, S&P 500 menguat 0,30% dan Nasdaq Composite menguat 0,86%. (KR)