IMF setujui pendanaan baru US$163 juta untuk Papua Nugini

Selasa, 09 Juni 2026

image

WASHINGTON - Dewan Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui tinjauan atas program pinjaman Papua Nugini, yang membuka pencairan dana gabungan sekitar US$163 juta, menurut pernyataan IMF pada Senin (8/6).

Seperti dikutip Reuters, Fasilitas Extended Fund Facility (EFF) dan Extended Credit Facility (ECF) disetujui pada 2023 untuk membantu mengatasi masalah neraca pembayaran yang berkepanjangan yang menyebabkan kekurangan devisa di negara tersebut.

Sementara itu, program Resilience and Sustainability Facility (RSF) berdurasi 24 bulan yang disetujui pada 2024 dengan nilai SDR$197,4 juta bertujuan mengatasi risiko terhadap stabilitas neraca pembayaran akibat perubahan iklim.

Penyelesaian tinjauan keenam EFF/ECF memberikan akses langsung kepada Papua Nugini terhadap dana sekitar US$82 juta. Adapun tinjauan ketiga RSF membuka pencairan sekitar US$81 juta untuk membantu mengatasi kerentanan struktural jangka panjang pada neraca pembayaran yang terkait dengan perubahan iklim.

IMF menyatakan seluruh kriteria kinerja kuantitatif dan target indikatif hingga akhir Desember 2025, serta seluruh target indikatif hingga akhir Maret 2026 dalam program EFF/ECF telah tercapai.

Selain itu, enam tolok ukur struktural yang dijadwalkan juga telah dipenuhi, meskipun beberapa di antaranya mengalami keterlambatan pelaksanaan.

IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Papua Nugini akan melambat menjadi 3,8% pada 2026 dari estimasi 5,6% pada 2025.

Sementara itu, inflasi utama diproyeksikan naik moderat menjadi 4,8% pada 2026. 

Kenaikan biaya impor diperkirakan sebagian diimbangi oleh perpanjangan keringanan pajak barang dan jasa hingga akhir 2026. (DK)