IHSG turun tipis usai cetak rekor, DSSA dan DCII jadi pemberat
Jumat, 05 Desember 2025

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tipis 0,09% atau 7,44 poin ke level 8.632,76 pada perdagangan Jumat (5/12) hari ini, setelah mencapai rekor penutupan tertinggi di 8.640,20 pada Kamis kemarin.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang tertinggi 8.689,09 dan terendah di 8.617,04.
Total transaksi di seluruh pasar mencapai Rp20,45 triliun dan melibatkan perdagangan 47,44 miliar lembar saham.
Namun di tengah pelemahan indeks, investor asing mencatatkan net foreign buy Rp381,18 miliar atau setara US$22,89 juta.
Sejumlah saham yang memimpin Top Laggards atau pemberat bagi IHSG adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Sementara sejumlah saham yang memimpin Top Leaders atau menahan penurunan IHSG yaitu PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).
Analis Phintraco Sekuritas menilai koreksi pada IHSG hari ini disebabkan oleh kondisi jenuh beli. Hal ini juga diperkuat dengan posisi candlestick yang dekat dengan upper Bollinger Band.
Selain itu, Indikator MACD dan Stochastic RSI pada IHSG juga dinilai mengindikasikan momentum pelemahan.
"Meskipun demikian, IHSG masih berada di uptrend dengan berada di atas MA20, MA50 dan MA200. Untuk pekan depan diperkirakan IHSG akan bergerak di kisaran 8.600-8.700. (KR)