Bahas situasi pasar, DPR panggil Danantara hingga Himbara

Selasa, 09 Juni 2026

image

JAKARTA – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar pertemuan dengan sejumlah pelaku sektor keuangan dan investasi, termasuk Danantara, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, dan Indonesia Investment Authority (INA).

Pertemuan ini berlangsung di Gedung DPR RI pada Selasa (9/6) pagi, setelah pasar keuangan menghadapi tekanan jual dan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terseret turun 4,52% pada Senin.

Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad, mengatakan pertemuan ini membahas kondisi pasar dan kinerja sektor perbankan di Indonesia.

Selain itu, kata Dasco, DPR juga berdiskusi dengan pelaku industri keuangan potensi pembelian kembali (buyback) saham, dengan fundamental menarik.

“Kami tadi juga sudah berdiskusi dengan Pak Donny Oskaria dari Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, dan Taspen, mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang pada saat ini bagus bisa dibeli kembali,” kata Dasco dalam konferensi pers.

Ketua Himbara, Putrama Wahju Setyawan, melaporkan dalam kesempatan yang sama bahwa kondisi fundamental bank milik negara masih sangat kuat. Hal ini didukung rata-rata pertumbuhan kredit sekitar 20% dan penghimpunan dana pihak ketiga hingga 30%.

Sementara dari sisi penyaluran kredit, sosok yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) itu, mengatakan Loan Deposit Ratio (LDR) perbankan berada di kisaran 88-90%.

“Sehingga rasanya tidak perlu ada kekhawatiran, keraguan terhadap kondisi fundamental di bursa,” ujar Putrama.

Sementara itu Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menambahkan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih sangat baik dan didukung kinerja solid industri perbankan.

“Pak Donny beserta dengan seluruh jajaran Danantara, Taspen, BPJS, dan INA sebagai pelaku-pelaku pasar untuk terus berkoordinasi, terus saling berdiskusi, untuk sekali lagi kita bekerja keras mengatasi permasalahan ekonomi,” ungkap Prasetyo.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, IHSG merosot 8,69% dalam perdagangan pekan lalu. Beberapa saham bank dan emiten pelat merah tampak menjadi pemberat bagi indeks acuan saham Indonesia ini, termasuk saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Hingga pukul 11.47 WIB, IHSG bergerak menguat 5,20% atau lebih dari 270 poin ke level 5.620. Indeks sebelumnya bergerak terbatas di kisaran 5.300-5.400. (KR)