Kendaraan listrik kuasai 62,9% pasar mobil China pada Mei 2026
Selasa, 09 Juni 2026
BEIJING - Pangsa pasar kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEV) di pasar ritel China melonjak ke rekor tertinggi 62,9% pada Mei 2026.
Pencapaian ini terjadi di tengah penurunan penjualan ritel NEV secara tahunan, yang menunjukkan semakin cepatnya kemerosotan pasar kendaraan bermesin pembakaran internal (internal combustion engine/ICE).
Menurut data yang dirilis Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) pada Senin, penjualan ritel NEV di China mencapai 950.000 unit pada Mei, turun 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi naik 12,4% dibandingkan April.
Seperti dikutip CNEVPOST, ini merupakan bulan kelima berturut-turut penjualan ritel NEV di China mencatat penurunan secara tahunan, menandakan tekanan yang masih dihadapi pasar.
Meski demikian, pangsa pasar NEV di pasar ritel China melonjak ke level tertinggi sepanjang masa sebesar 62,9% pada Mei, sekaligus menjadi bulan kedua berturut-turut berada di atas 60%.
Kenaikan ini terutama disebabkan oleh pasar mobil penumpang secara keseluruhan yang masih berada di bawah tekanan besar.
Total penjualan ritel mobil penumpang nasional pada Mei hanya mencapai 1,51 juta unit, turun tajam 22,1% dibandingkan tahun sebelumnya.
CPCA menyebut penyebab utama pelemahan pasar otomotif China adalah penyusutan cepat penjualan kendaraan bermesin konvensional.
Tertekan oleh tingginya harga bahan bakar, penjualan ritel mobil penumpang berbahan bakar bensin dan diesel anjlok 39% secara tahunan pada Mei.
Peralihan konsumen yang semakin cepat menuju kendaraan listrik menjadi pendorong utama kenaikan pangsa pasar NEV.
Di pasar domestik pada Mei, pangsa pasar NEV untuk merek-merek lokal China mencapai 81,4%.
Berdasarkan jenis kendaraan, penjualan ritel battery electric vehicle (BEV) mencapai 637.000 unit, naik 3,9% secara tahunan dan 10,3% dibandingkan April.
Sementara itu, penjualan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) tercatat 228.000 unit, turun 23% dibandingkan tahun lalu, tetapi meningkat 19,3% dibandingkan bulan sebelumnya.
Penjualan extended-range electric vehicle (EREV) mencapai 85.000 unit, turun 28% secara tahunan namun naik 11,2% dibandingkan April.
Secara keseluruhan, kendaraan hybrid yang mencakup PHEV dan EREV membukukan penjualan ritel 313.000 unit pada Mei, turun 24,4% dibandingkan tahun lalu tetapi naik 15,5% dibandingkan April.
Di sisi lain, pasar luar negeri semakin menjadi mesin pertumbuhan utama industri kendaraan listrik China.
Ekspor NEV China mencapai 424.000 unit pada Mei, melonjak 112,6% secara tahunan dan naik 4,4% dibandingkan April.
Angka tersebut setara dengan 54% dari total ekspor mobil penumpang China, menjadi porsi tertinggi yang pernah tercatat.
Dari sisi kinerja perusahaan, BYD masih mempertahankan dominasinya di pasar domestik dengan penjualan ritel NEV mencapai 207.372 unit pada Mei.
Posisi berikutnya ditempati Geely Auto dan Changan Automobile, yang masing-masing mencatat penjualan ritel NEV sebanyak 109.198 unit dan 62.865 unit.
Sementara itu, penjualan ritel domestik Tesla di China mencapai 47.281 unit pada Mei. (DK)