Indonesia dan Filipina jajaki hindari pembayaran dolar dengan barter
Selasa, 09 Juni 2026
JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Filipina menjajaki kerja sama perdagangan melalui skema barter sebagai alternatif transaksi di tengah pelemahan nilai tukar kedua negara terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, mengatakan pembahasan kerja sama tersebut akan berlanjut dalam pertemuan dengan pelaku usaha Filipina pada 12 Juni mendatang. Menurutnya, skema barter menjadi salah satu opsi untuk menjaga kelancaran perdagangan bilateral di tengah tekanan nilai tukar.
"Kami memiliki alternatif lain, seperti barter. Pada tanggal 12 Juni, kami akan bertemu dengan para pelaku bisnis Filipina," kata Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, seperti dikutip Antaranews.
Rencana tersebut merupakan tindak lanjut dari pertemuan Budi dengan seorang pengusaha Filipina di sela-sela ASEAN Joint Foreign and Economic Ministers (AMM-AEM) Meeting di Cebu, Filipina. Pengusaha tersebut diketahui telah mengimpor sejumlah produk asal Indonesia dan mengusulkan penggunaan mekanisme barter untuk mempermudah transaksi perdagangan.
Kementerian Perdagangan telah menindaklanjuti usulan tersebut dengan mencari mitra pembeli yang sesuai. Budi menyebut pihaknya telah menemukan calon pembeli dan menargetkan penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan pada 12 Juni.
Meski belum mengungkap komoditas yang akan diperdagangkan dalam skema tersebut, pemerintah memastikan rincian kerja sama akan disampaikan saat penandatanganan kontrak berlangsung.
Sementara itu, terkait dampak pelemahan nilai tukar terhadap harga pangan dan bahan baku impor, Budi menegaskan pemerintah terus memantau distribusi dan ketersediaan pasokan guna memastikan kebutuhan industri dan masyarakat tetap terpenuhi.(DH)