Laba ENRG milik Bakrie naik 2% jadi US$18,32 juta di kuartal I
Selasa, 09 Juni 2026
JAKARTA – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten migas milik Grup Bakrie, mengumumkan perolehan laba bersih US$18,32 juta pada kuartal pertama 2026.
Perolehan ini meningkat 2% secara tahunan atau dari US$17,95 juta pada kuartal yang sama tahun lalu.
Menurut laporan keuangan kuartalan yang telah diaudit, perolehan itu ditopang kinerja penjualan bersih yang meningkat 17% secara tahunan menjadi US$136,93 juta.
Direktur Utama ENRG, Syailendra S. Bakrie, mengatakan perusahaan akan terus melanjutkan kegiatan eksplorasi dan pengembangan yang telah dimulai pada 2025.
“Kami akan terus berinvestasi di sepanjang tahun 2026 demi mendukung peningkatan produksi dan cadangan migas perseroan,” jelas Syailendra, dalam keterangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (9/6).
Berdsarkan komposisi penjualan, bisnis gas bumi ENRG menjadi kontributor terbesar dengan perolehan US$78,88 juta pada kuartal I 2026. Berikutnya disusul penjualan dari minyak mentah US$54,16 juta, infrastruktur migas US$6,1 juta, serta dikurangi under-lifting dan DMO US$2,2 juta.
Pelanggan dengan kontributor penjualan terbesar bagi ENRG di kuartal pertama yaitu PT Pertamina Patra Niaga yang menyumbang US$31,62 juta dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) US$14 juta. Sementara dari luar negeri, pelanggan terbesar perseroan adalah TIS Petroleum (Asia) Pte. Ltd. yang mencapai US$30,4 juta.
Syailendra menambahkan, ENRG akan berkomitmen mengalokasikan modal secara strategis dan menekan beban keuangan secara menyeluruh hingga akhir tahun. Terutama setelah perseroan berhasil menerbitkan obligasi rupiah untuk melunasi fasilitas pinjaman eksisting, hingga mendanai kebutuhan modal kerja.
Pada perdagangan Selasa (9/6) hari ini, harga saham ENRG menguat 23,11% ke Rp1.385 per lembar hingga pukul 15.50 WIB. Namun sejak awal tahun ini, harga sahamnya telah turun sekitar 13%. (KR)