Trump: Kesepakatan Iran-Israel tinggal hitungan Hari

Selasa, 09 Juni 2026

image

WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesepakatan antara Iran dan Israel kini berada pada tahap akhir dan berpotensi segera tercapai dalam beberapa hari ke depan.

Dikutip dari Al Jazeera, Trump mengatakan Amerika Serikat saat ini berada pada tahap akhir menuju sebuah kesepakatan yang menurutnya akan menghasilkan hasil yang sangat baik.

Ia juga menyebut Selat Hormuz akan segera dibuka kembali setelah kesepakatan tercapai.

"Segera setelah kesepakatan tercapai," ujar Trump ketika ditanya mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Menurut Trump, kesepakatan tersebut berpotensi tercapai dalam dua hingga tiga hari ke depan.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Iran dan Israel mengumumkan penghentian sementara serangan menyusul eskalasi paling serius sejak gencatan senjata diberlakukan pada bulan April lalu.

Trump mengatakan opsi militer sebenarnya masih terbuka. Namun, menurutnya, blokade laut yang diterapkan Amerika Serikat terhadap Iran terbukti lebih efektif dibandingkan dengan serangan udara dalam mendorong Teheran menuju meja perundingan.

Trump juga mengungkapkan telah memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai konsekuensi apabila perang terus berlanjut.

"Saya mengatakan, 'Bibi, Anda harus berhati-hati atau Anda akan segera sendirian'," kata Trump.

Diplomasi Terus Berjalan

Trump melalui platform Truth Social juga mendesak kedua pihak segera menghentikan aksi saling serang agar negosiasi akhir menuju perdamaian dapat berjalan tanpa gangguan.

Eskalasi terbaru bermula pada Minggu (7/6) setelah Israel melancarkan serangan ke Beirut, Lebanon.

Iran yang sejak lama menuntut penghentian konflik di Lebanon sebagai bagian dari kesepakatan dengan Amerika Serikat, kemudian merespons dengan meluncurkan rudal ke wilayah utara Israel.

Meski Trump disebut telah meminta Netanyahu untuk tidak melakukan serangan balasan, Israel tetap melancarkan operasi militer ke Iran pada Senin.

Militer Israel menyerang sistem pertahanan udara Iran dan sebuah fasilitas petrokimia. Sebagai balasan, Iran menyerang fasilitas serupa di Haifa serta dua pangkalan udara Israel.

Sebagian besar rudal Iran berhasil dicegat di wilayah Tepi Barat yang diduduki Israel dan tidak ada laporan korban jiwa dari kedua pihak.

Netanyahu dalam pernyataan televisi menegaskan Israel memiliki hak penuh untuk membela diri dan akan merespons dengan kekuatan penuh apabila Iran kembali melancarkan serangan.

Sementara itu, Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat, Yechiel Leiter, berupaya meredam spekulasi mengenai ketegangan hubungan antara Trump dan Netanyahu.

Menurutnya, Netanyahu telah memutuskan untuk meredakan ketegangan atas permintaan Trump. Namun, Amerika Serikat memahami bahwa Israel tidak dapat membiarkan serangan rudal balistik tanpa respons.

Tanggapan Iran 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei, menyalahkan Amerika Serikat atas eskalasi terbaru.

Menurutnya, Washington merupakan bagian dari proses negosiasi gencatan senjata sehingga harus bertanggung jawab atas setiap pelanggaran yang terjadi.

Wakil Presiden Pertama Iran Mohammad Reza Aref menyatakan operasi militer Iran yang diberi nama "Nasr" atau kemenangan telah menunjukkan tingkat daya gentar baru yang dimiliki negaranya.

Ia bahkan menyebut Israel kembali terpaksa meminta gencatan senjata.

Di tengah ketegangan tersebut, upaya diplomatik tetap berlangsung. Presiden Iran Masoud Pezeshkian melalui media sosial X menyatakan Teheran masih berada di meja perundingan. Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Amir Saeid Iravani, mengatakan Amerika Serikat dan Iran melalui mediasi Pakistan masih terus bertukar pandangan untuk mencapai kesepakatan.

Iravani menyatakan optimis kedua pihak akan segera mencapai hasil dalam waktu dekat. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif juga mengatakan upaya penyelesaian damai masih terus berlangsung secara intensif dan menyerukan semua pihak untuk menahan diri.

Menurutnya, tujuan akhir dari proses diplomatik tersebut kini sudah sangat dekat untuk tercapai.

Meski demikian, kekerasan masih berlanjut di kawasan. Kelompok Houthi di Yaman meluncurkan rudal ke Israel dan mengumumkan larangan penuh terhadap pelayaran Israel di Laut Merah. Di Lebanon selatan, serangkaian serangan Israel juga dilaporkan menewaskan sedikitnya 14 orang di beberapa wilayah pada Senin (8/6). (ARF)