Investor Jepang tarik dana serentak dari pasar saham global
Selasa, 09 Juni 2026
TOKYO - Pada Mei 2026, Investor Jepang mencatat aksi jual saham asing terbesar selama lebih dari lima tahun terakhir di tengah meningkatnya kehati-hatian terhadap konflik di Timur Tengah dan kekhawatiran bahwa reli pasar yang ditopang saham teknologi telah berlangsung terlalu jauh.
Dikutip dari Yahoo Finance, data Kementerian Keuangan Jepang menunjukkan investor Jepang menjual saham asing dengan nilai bersih mencapai 2,72 triliun yen atau sekitar US$16,98 miliar sepanjang Me 2026i.
Nilai tersebut menjadi penarikan dana bersih terbesar dari pasar saham luar negeri sejak April 2021.
Sentimen investor turut tertekan oleh pelemahan pasar saham global. Indeks MSCI World yang mencetak rekor tertinggi pada pekan lalu kini telah turun sekitar 2,9% sepanjang bulan ini.
Koreksi tersebut terjadi setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan memicu aksi jual pada saham-saham teknologi yang terkait dengan kecerdasan buatan (AI).
Di tengah aksi jual saham, investor Jepang justru meningkatkan pembelian surat utang luar negeri.
Sepanjang Mei, mereka membukukan pembelian bersih obligasi asing sebesar 2,9 triliun yen, yang merupakan level tertinggi sejak Mei 2025.
Data Kementerian Keuangan Jepang juga menunjukkan rekening dana perwalian (trust accounts) menjadi penjual terbesar dengan melepas saham asing senilai bersih 3,38 triliun yen.
Pada saat yang sama, kelompok investor tersebut mengalihkan dana sebesar 3,16 triliun yen ke pasar obligasi luar negeri.
Sementara itu, perusahaan pengelola dana investasi dan perusahaan asuransi jiwa masih mencatat pembelian bersih saham asing masing-masing sebesar 614,6 miliar yen dan 77,5 miliar yen sepanjang bulan lalu.
Data terpisah dari Bank of Japan menunjukkan investor Jepang tetap aktif berinvestasi di pasar saham global sejak awal tahun.
Selama kuartal pertama 2026, investor Jepang membeli saham Amerika Serikat senilai 1,91 triliun yen dan saham Eropa senilai 826,4 miliar yen.
Mereka juga membukukan pembelian saham Inggris sebesar 285,5 miliar yen dan saham Spanyol sebesar 80,1 miliar yen pada periode yang sama. (ARF)