Indonesia kurangi ketergantungan internet pada Singapura

Rabu, 10 Juni 2026

image

JAKARTA - Pemerintah Indonesia berupaya memperkuat kedaulatan digital dengan membangun jalur jaringan alternatif guna mengurangi ketergantungan yang sangat besar terhadap Singapura dalam lalu lintas internet internasional.

Dikutip dari AntaraNews, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut sekitar 90% lalu lintas internet internasional Indonesia saat ini masih bergantung pada Singapura.

Kondisi tersebut dinilai menciptakan titik ketergantungan yang berisiko menghambat ambisi Indonesia dalam mengembangkan ekonomi digital dan mempercepat pemanfaatan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

 "Jujur saja, saat ini 90% lalu lintas internet kita masih bergantung pada Singapura," kata Direktur Strategi dan Kebijakan Infrastruktur Digital Komdigi, Denny Setiawan, dalam ajang Selular Award 2026 pada Senin.

Menurut Denny, arsitektur jaringan yang ada saat ini membuat sebagian besar sumber daya digital Indonesia bergantung pada satu jalur utama.

Di tengah meningkatnya kebutuhan internet akibat pertumbuhan layanan digital dan perkembangan AI yang semakin pesat, ketergantungan pada satu pusat konektivitas internasional dinilai membuat ekosistem digital nasional rentan terhadap gangguan dan risiko infrastruktur.

Untuk meningkatkan ketahanan sistem, pemerintah kini mendorong diversifikasi jalur jaringan internasional.

Langkah tersebut dilakukan melalui pemetaan dan pembangunan jaringan kabel laut serta kabel darat alternatif yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.

"Kami berupaya menyelaraskan peta jalan pusat data, kabel laut, dan kabel darat agar berjalan seiring," ujar Denny.

Ia menambahkan bahwa kapasitas jaringan harus terus ditingkatkan sejalan dengan pembangunan infrastruktur fisik yang mendukung pengembangan teknologi digital.

Di sisi lain, pemerintah menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara.

Namun, untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan konektivitas yang andal, terdesentralisasi, dan mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia. (ARF)