Xi Jinping klaim capai konsensus penting dengan Kim Jong Un

Rabu, 10 Juni 2026

image

PYONGYANG – Presiden China, Xi Jinping, mengatakan dirinya dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah mencapai "konsensus penting" dan sepakat untuk menjaga perdamaian regional maupun global. 

Pernyataan itu disampaikan Xi dalam pesan ucapan terima kasih setelah kunjungannya ke Pyongyang yang dimuat media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency, pada Rabu (10/6).

Dalam pesan yang dipublikasikan penuh oleh KCNA, Xi menyebut kedua pihak telah "bertukar pandangan secara mendalam mengenai isu-isu yang menjadi perhatian bersama dan mencapai serangkaian konsensus penting." 

Seperti dikutip Reuters, menurut Xi, hal itu mencerminkan tekad kedua negara untuk semakin memperdalam hubungan bilateral.

Ke depan, Xi mengatakan dirinya siap bekerja sama dengan Kim berdasarkan "kepentingan fundamental dan jangka panjang" guna "menjaga, memperkuat, dan mengembangkan" hubungan kedua negara secara berkelanjutan serta memberikan kontribusi lebih besar bagi perdamaian dan pembangunan kawasan maupun dunia.

Xi juga menyatakan kunjungannya telah "berakhir dengan sukses" dan hubungan China-Korea Utara kini memasuki "tahap sejarah baru". Ia pun menyampaikan harapan untuk kembali bertemu dengan Kim di masa mendatang.

Kunjungan Xi ke Pyongyang berlangsung pada Senin hingga Selasa dan menjadi lawatan pertamanya ke Korea Utara dalam tujuh tahun terakhir. 

Menurut kantor berita resmi China, Xinhua News Agency, Xi menilai kunjungan tersebut menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam dan komprehensif serta memberikan arah yang lebih jelas bagi pengembangan hubungan kedua negara.

Media pemerintah kedua negara melaporkan Xi dan Kim sepakat memperluas kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan kebudayaan. Keduanya juga berjanji meningkatkan komunikasi strategis yang lebih erat antara pemerintah masing-masing.

Laporan KCNA lainnya menyebut Xi dan Kim bersama-sama memberikan penghormatan di Sino-Korean Friendship Tower, monumen yang mengenang tentara China yang gugur dalam Perang Korea. Mereka juga mengunjungi sekolah pendidikan politik untuk kader partai di Pyongyang. (DK)