Saham konglomerasi angkat IHSG 4,22% sebulan, DCII jadi pemberat

Minggu, 07 Desember 2025

image

JAKARTA – IHSG naik 4,22% sepanjang November 2025 ke level 7.114,27, didorong kenaikan saham konglomerasi dari sektor energi dan telekomunikasi.

Total transaksi saham di seluruh pasar sepanjang November mencapai Rp462,86 triliun, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI). Total saham yang diperdagangkan mencapai 853,95 miliar lembar.

Beberapa saham yang menjadi Top Leaders atau penopang kenaikan IHSG yaitu PT Dian Swastika Sentosa Tbk (DSSA) milik grup Sinar Mas, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik Prajogo Pangestu, dan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM).

Selain itu, saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) milik Prajogo Pangestu juga menempati Top Leaders, kemudian disusul PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) milik triluner Farida Bau.

Berikut kenaikan harga dan kontribusi poin IHSG dari 5 saham Top Leaders:

  1. DSSA – Harga saham naik 30% dan menyumbang 93,06 poin indeks
  2. BREN – Harga saham naik 10,37% dan menyumbang 36,80 poin indeks
  3. TLKM – Harga saham naik 9,35% dan menyumbang 32,70 poin indeks
  4. CUAN – Harga saham naik 33,33% dan menyumbang 27,91 poin indeks
  5. MORA – Harga saham naik 309,09% dan menyumbang 27,02 poin indeks

Di sisi lain, saham-saham bluechip yang menjadi Top Laggards atau pemberat IHSG sepanjang November yaitu PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN), dan PT Bayan Resources Tbk (BYAN).

Meskipun demikian, dua di antara saham yang jadi pemberat IHSG justru diakumulasi oleh asing. Misalnya saham BBCA yang mencatatkan net foreign buy Rp1,23 triliun pada November 2025, serta BYAN Rp11,9 miliar.

Adapun sepanjang November 2025, investor asing mencatatkan net foreign buy sebesar Rp12,20 triliun. Namun sejak awal tahun hingga 5 Desember 2025 kemarin, investor asing masih mencatatkan net sell atau penjualan bersih Rp27 triliun. (KR)