BI yakinkan DPR rupiah menguat ke Rp16.800 pada 2027
Rabu, 10 Juni 2026
JAKARTA – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan optimis nilai tukar rupiah akan menguat dan bergerak dalam kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS pada 2027 sesuai asumsi makroekonomi yang digunakan pemerintah.
Dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR RI pada Selasa (9/6) kemarin, Perry mengatakan ada sejumlah faktor utama yang mendasari proyeksi tersebut.
Faktor pertama adalah membaiknya kondisi ekonomi global pada 2027 dibandingkan dengan tahun ini, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia meningkat menjadi 3,1%. Sementara kondisi geopolitik diharapkan akan lebih kondusif, sehingga mendorong aliran modal masuk ke negara berkembang, termasuk Indonesia.
Kedua, Perry menilai fundamental ekonomi Indonesia juga dinilai akan tetap kuat pada 2027. Dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan inflasi yang terkendali, kata Perry, nilai tukar rupiah akan mendapat dukungan.
“Fundamental ekonomi Indonesia itu baik dan akan mendukung penguatan nilai tukar rupiah,” kata Perry dalam rapat tersebut.
Faktor ketiga, lanjut Perry, yaitu adanya kebijakan sentralisasi ekspor komoditas strategis melalui PT Danantara Sumber Daya Indonesia.
Kebijakan yang akan berlaku penuh mulai awal tahun depan itu, kata Perry, berpotensi meningkatkan kinerja ekspor, devisa, serta penerimaan negara dan memperkuat nilai tukar rupiah.
Selain itu, Perry menekankan bank sentral akan terus melanjutkan operasi intervensi rupiah di pasar valuta asing.
Terakhir, kata Perry, BI akan terus berkoordinasi dengan pemerintah agar kebijakan moneter bersinergi dengan fiskal, dengan tetap menjaga fokus pada stabilitas nilai tukar rupiah dan menarik lebih banyak modal asing ke Indonesia.
“Tahun depan akan menguat. Kisarannya Rp16.800 sampai Rp17.500,” ujar Perry.
Dalam kesempatan yang sama, Perry juga memperkirakan inflasi 2027 berada pada kisaran 2,5% plus minus 1% atau sekitar 1,5-3,5%, didukung kondisi ekonomi yang solid dan sinergi antara bank sentral dan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga. (KR)