Musim dingin angkat tarif sewa kapal LNG, untung besar bagi operator?
Minggu, 07 Desember 2025

JAKARTA – Tarif sewa kapal LNG global melonjak menjelang musim dingin di berbagai wilayah, menurut data ICIS (Independent Commodity Intelligence Services).
Padahal di pasar Eropa, tulis ICIS dalam laporannya, harga gas alam melemah dan menunjukkan spread yang lebih lebar dari harga di Asia. Melebarnya spread ini dinilai membuat pola pengiriman kargo LNG di lintas kawasan berbeda dengan musim sebelumnya.
ICIS mencatat tarif sewa kapal LNG jangka pendek dilaporkan sempat berada di kisaran US$90.000 per hari setelah menyentuh level di atas US$100.000 per hari.
"Kenaikan tahun ini lebih rendah dibanding tahun-tahun sebelumnya,” tulis ICIS, dalam laporan yang menekankan situasi ini ikut mendongkrak biaya pengiriman LNG, dari kawasan Teluk Amerika Serikat (AS) ke Asia.
Sementara biaya pengiriman round-trip dari Teluk AS ke Jepang dari berada di level US$20.000 per hari, sekitar US$0,90/MMBtu lebih tinggi dibanding rute ke Belanda.
ICIS juga menegaskan jika tarif sewa kapal LNG naik ke US$100.000 per hari, selisih biaya akan meningkat jadi US$1,40/MMBtu.
Dengan selisih harga antara gas Eropa dan LNG spot Asia yang tidak cukup menutup perbedaan ini, ICIS menilai pengiriman LNG dari AS ke Asia tidak lagi mencapai nilai ekonomis yang wajar.
Kenaikan tarif sewa kapal angkutan LNG berpotensi meningkatkan arus pendapatan operator kapal, yang juga memiliki fasilitas angkutan LNG. Namun ICIS menilai sejauh ini permintaan LNG ke Asia masih relatif terbatas, karena musim dingin belum mencapai puncaknya.
“Diskon harga yang cukup dalam di Eropa secara teori akan mendorong banyak pemasok untuk mengalihkan ekspor mereka ke Asia, di mana puncak musim dingin akan terjadi pada awal 2026.
Di Indonesia, sejumlah emiten yang telah memiliki dan menjajaki lini bisnis terkait LNG yaitu PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), PT GTS Internasional Tbk (GTSI), dan PT Citra Nusantara Gemilang Tbk (CGAS).
Namun harga saham sejumlah emiten ini menunjukkan kinerja beragam dalam sepekan terakhir.
Harga saham PGAS turun 2,41% dalam sepekan, RAJA turun 4,44%, HUMI melesat 30,92%, SMDR naik 9,09%, GTSI naik 67,14%, dan CGAS naik 18,39%. (KR)