Tarik minat investor ritel, RAJA milik Hapsoro akan stock split 1:5

Rabu, 10 Juni 2026

image

JAKARTA – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) berencana melakukan pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1:5, agar meningkatkan daya tarik saham bagi investor ritel sekaligus memperbaiki likuiditas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BRI).

Berdasarkan informasi yang disampaikan kepada investor, setiap satu lembar saham RAJA akan dipecah menjadi lima lembar saham baru.

Nilai nominal saham akan berubah dari Rp25 menjadi Rp5 per saham, sementara total saham ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat dari 4,23 miliar menjadi 21,14 miliar saham.

Corporate Secretary RAJA, Yuni Pattinasarani, menyebut rencana itu bertujuan meningkatkan likuiditas perdagangan saham perseroan.

Harga saham RAJA juga dinilai telah mencapai level yang relatif tinggi, yakni Rp4.170 per saham berdasarkan harga penutupan 12 Mei 2026. “Mengakibatkan nilai investasi minimum untuk 1 (satu) lot saham perseroan menjadi kurang terjangkau bagi sebagian investor,” jelas Yuni.

Ia menambahkan bahwa aksi korporasi ini diharapkan dapat meningkatkan frekuensi dan volume transaksi saham RAJA, hingga memperluas basis pemegang saham.

RAJA telah memperoleh persetujuan prinsip dari BEI atas rencana stock split tersebut pada 5 Mei 2026. Selanjutnya, manajemen akan meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat yang dijadwalkan berlangsung pada 23 Juni 2026.

Apabila disetujui pemegang saham, perdagangan saham dengan nilai nominal baru diperkirakan mulai berlaku pada 16 Juli 2026.

Hingga pukul 10.35 WIB, harga saham RAJA dibuka menguat 9,39% ke Rp3.610 per lembar. Namun harga saham emiten yang bergerak di sektor migas ini, telah turun sekitar 40% sejak awal 2026. 

Berdasarkan data kepemilikan saham terbaru, pemegang saham terbesar RAJA saat ini adalah PT Sentosa Bersama Mitra dengan porsi kepemilikan 35,44%.

Hapsoro memegang 27,52% saham, PT Basis Utama Prima 12,38%, dan investor publik memiliki 24,13% saham. Adapun porsi saham treasury perseroan tercatat sebesar 0,35%, sisanya dimiliki oleh Djauhar Maulidi dan Ogi Rulino masing-masing 0,13% dan 0,05%. (KR)