Banjir Sumatra tewaskan 900 orang lebih, puluhan perusahaan diaudit

Minggu, 07 Desember 2025

image

JAKARTA – Jumlah korban tewas dalam bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra dan Aceh telah menelan lebih dari 916 orang, menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Sabtu (6/12) malam.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, bencana banjir dan tanah longsor yang dipicu siklon menjelang awal Desember 2025 ini, juga menewaskan sekitar 200 orang di wilayah Thailand dan Malaysia.

Laporan Reuters menyebut dalam beberapa hari terakhir, para korban yang selamat dari bencana ini harus berjalan kaki melewati batang-batang kayu yang berserakan, untuk mendapatkan bantuan dari relawan.

Keterbatasan akses air bersih dan makanan, bahkan membuat sebagian warga terpaksa minum dan makan dari air banjir yang direbus.

“Kami ada di sana sekitar satu minggu,” kata Dimas Firmansyah, salah satu korban selamat berusia 14 tahun, yang sempat terisolir di daerah Aceh Tamiang sebelum mendapat akses bantuan.

Awal pekan ini, Presiden Prabowo Subianto mengaku situasi telah membaik dan sejumlah bantuan yang memadai telah dikirim, setelah ia melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi terdampak banjir.

Di sisi lain, kelompok aktivis lingkungan menyalahkan aksi pembukaan lahan atau deforestasi besar-besaran, yang memperburuk aliran banjir di sejumlah wilayah.

Kelompok aktivis ini, sebagaimana dikutip Reuters, juga mendesak agar pemerintah menginvestigasi perusahaan yang diduga ikut memperburuk bencana alam, akibat deforestasi yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Menteri Lingkungan Hidup mengaku tengah meninjau ulang seluruh izin lingkungan, bagi perusahaan yang beroperasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru. Dua di antaranya menjadi fokus pengawasan khusus karena diduga kuat memperburuk bencana banjir. Survei udara yang dilakukan kementerian juga memperkuat dugaan tersebut. 

Sedangakan Menteri Kehutanan, mengaku akan mencabut puluhan izin pemanfaatan hutan, yang mencakup pemanfaatan area seluas 750 hektare. (KR)