Sentimen Wall Street menyeret bursa Asia, IHSG turun 1,56 poin
Jumat, 14 November 2025

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 1,56 poin atau 0,02% ke level 8.370,44 pada perdagangan Jumat (14/11) hari ini, menyusul pelemahan mayoritas indeks acuan di kawasan Asia.
Pelemahan itu terjadi menjelang penutupan perdagangan, setelah IHSG konsisten bergerak di zona hijau sejak pembukaan perdagangan, serta menyentuh level tertinggi di 8.417,14.
Analis Phintraco Sekuritas mencatat penurunan itu membuat IHSG sejak awal pekan terkoreksi 0,29%.
“Mayoritas indeks di bursa Asia ditutup melemah akibat sentimen negatif dari Wall Street,” tulis analis Phintraco, dalam catatan yang disampaikan usai penutupan perdagangan.
Menurut pantauan IDNFinancials.com, indeks KOSPI Korea Selatan mencatat penurunan paling dalam yaitu 3,81%. Kemudian disusul dengan PSEi Filipina 2,49%, Hang Seng 1,85%, dan SET Thailand 1,41%.
Di pasar saham Indonesia, nilai total transaksi sepanjang perdagangan hari ini mencapai Rp20,86 triliun, yang melibatkan 45,3 miliar lembar saham.
Tiga saham yang menyerap nilai transaksi tertinggi yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI), yang mencapai Rp3,97 triliun. Berikutnya disusul oleh PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) Rp1,26 triliun, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp758,18 miliar.
Harga saham BUMI turun 1,97% hingga penutupan perdagangan, sedangkan harga saham INET melesat 15,9% dan BBCA naik tipis 0,60%.
Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 220 saham mencatat kenaikan harga. Sementara 459 saham melemah dan 136 saham stagnan. (KR)