Netflix caplok Warner Bros US$72 miliar, tunjuk Wells Fargo & JPMorgan
Minggu, 07 Desember 2025

JAKARTA – Platform streaming digital Netflix akan mengakuisisi Warner Bros Discovery, perusahaan induk dari studio Warner Bros dan layanan siaran HBO.
Netflix dan Warner Bros Discovery saat ini telah mencapai kesepakatan definitif dalam rencana akuisisi tersebut.
Dalam keterangan resmi yang disampaikan, Netflix akan membeli saham Warner Bros Discovery di harga $27,75. Sehingga Netflix diperkirakan akan menggelontorkan dana US$72 miliar atau setara Rp1.199 triliun untuk menjadi pemegang saham pengendali Warner Bros Discovery.
Netflix menargetkan transaksi jumbo ini akan tuntas setelah pemisahan divisi Discovery Global dari Warner Bros Discovery, yang diperkirakan berlangsung pada kuartal ketiga 2026.
Co-CEO Netflix, Ted Sarandos, menyatakan kesepakatan ini akan menggabungkan koleksi menakjubkan milik Warner Bros seperti Harry Potter and Friends, dengan koleksi film seperti Stranger Things hingga Squid Game.
“Secara bersama-sama, kami bisa memberikan lebih banyak bagi audiens atas kisah-kisah apa yang membantu mereka dalam memaknai cerita dan budaya di masa mendatang,” jelas Sarantos, dalam keterangan yang disampaikan Jumat (5/12) lalu.
Setelah diakuisisi Netflix, Warner Bros Discovery akan tetap beroperasi seperti saat ini.
Rencana akuisisi tersebut telah mendapat persetujuan manajemen Netflix dan Warner Bros Discovery. Namun keduanya masih membutuhkan persetujuan dari regulator, pemegang saham, dan sejumlah perjanjian lain yang akan dituntaskan dalam 12-18 mendatang.
Moelis & Company LLC beritndak sebagai penasihat keuangan Netflix'. Firma lain seperti Skadden, Arps, Slate, Meagher & Flom LLP bertindak sebagai konsultan legal.
Selain itu Wells Fargo bersama BNP dan HSBC, juga bertindak sebagai penasihat keuangan dan memberikan komitmen pendanaan dalam transaksi tersebut.
Di sisi lain, Allen & Company, J.P. Morgan, dan Evercore telah ditunjuk sebagai penasihat keuangan untuk Warner Bros Discovery. Wachtell Lipton, Rosen & Katz, dan Debevoise & Plimpton LLP, ditunjuk sebagai konsultan legal. (KR)