Puluhan ribu investor masuk saham bank jumbo saat harga turun

Rabu, 10 Juni 2026

image

JAKARTA – Minat investor terhadap saham bank-bank berkapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap meningkat sepanjang Mei 2026, meskipun mayoritas saham bank melemah dan menyeret indeks saham untuk sektor keuangan turun lebih dari 5% dalam sebulan.

Data BEI menunjukkan jumlah pemegang saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) meningkat sebanyak 63.526 investor sepanjang Mei 2026.

Akumulasi bahkan berlangsung ketika harga saham ketiga bank jumbo tersebut, berada dalam tren penurunan dalam sebulan.

Data registrasi pemegang saham, yang disampaikan oleh ketiga bank mencatat kenaikan dengan rincian sebagai berikut:

  • Pemegang saham BBCA bertambah 6.009 menjadi 767.370 SID
  • Pemegang saham BBRI bertambah 18.649 SID menjadi 738.695 SID
  • Pemegang saham BMRI bertambah 38.868 SID menjadi 347.473 SID

BMRI mencatat kenaikan pemegang saham tertinggi yaitu 12,59% dalam sebulan. Adapun jumlah pemegang saham BBRI meningkat 2,59%, sedangkan BBCA naik 0,79%.

Kenaikan jumlah pemegang saham itu terjadi saat masing-masing saham menghadapi tekanan jual, dan harganya kompak melemah.

Pada Mei, harga saham BBCA turun 2,56% menjadi Rp5.700 dan sejak awal tahun hingga akhir Mei telah melemah 29,41%.

Sementara itu harga saham BBRI turun 1,34% menjadi Rp2.950 dengan koreksi sejak awal tahun mencapai 19,84%, sedangkan saham BMRI merosot 7,06% menjadi Rp4.080 dan sepanjang tahun berjalan turun 20%.

Hingga akhir Mei, BBCA menjadi bank dengan jumlah pemegang saham terbesar yang memiliki 767.370 SID. Berikutnya disusul oleh BBRI dengan 738.695 SID dan BMRI memiliki 347.473 SID. (KR)