Harga emas melemah jadi US$4.195 per ons, 4 sesi berturut-turut
Rabu, 10 Juni 2026
NEW YORK - Harga emas turun untuk sesi keempat berturut-turut pada Rabu, tertekan oleh penguatan dolar AS dan meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve, sementara serangan terbaru AS ke Iran kembali memicu kekhawatiran inflasi yang dipicu energi.
Harga emas spot melemah 1,5% menjadi US$4.195,85 per ons pada pukul 03:26 ET (07:26 GMT), menyentuh level terendah sejak 23 Maret.
Seperti dikutip Investing.com, kontrak berjangka emas AS juga turun 1,6% menjadi US$4.217,75, karena investor mengurangi eksposur menjelang rilis data indeks harga konsumen (CPI) AS yang akan dirilis pada hari yang sama.
Washington meluncurkan serangan baru ke target Iran pada Selasa setelah jatuhnya helikopter militer AS di dekat Selat Hormuz, yang kembali memicu kekhawatiran gangguan lebih luas terhadap pasokan energi global.
Iran pada Rabu mengatakan bahwa pihaknya telah menargetkan pangkalan militer AS di Yordania dan beberapa negara Teluk sebagai respons atas serangan AS.
Harga minyak naik sekitar 1% pada Rabu, menambah kekhawatiran bahwa kenaikan biaya energi dapat mendorong inflasi dan mempersulit prospek kebijakan The Fed.
Prospek inflasi yang persisten membuat investor memangkas ekspektasi pemangkasan suku bunga AS.
Lebih dari 70% pelaku pasar kini memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga pada Desember.
Suku bunga yang lebih tinggi biasanya menekan emas yang tidak memberikan imbal hasil, karena meningkatkan opportunity cost dalam memegang logam mulia tersebut.
Imbal hasil obligasi Treasury tetap berada di dekat level tertinggi beberapa bulan, sementara dolar AS bertahan kuat menjelang laporan inflasi.
Indeks dolar AS bergerak datar di dekat puncak dua bulan yang dicapai awal pekan ini, investor kini mencermati data CPI untuk melihat apakah tekanan inflasi meningkat.
Ekonom memperkirakan inflasi tahunan naik ke sekitar 4,2% pada Mei, level tertinggi sejak April 2023, yang dapat memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan ketat.
Di logam mulia lainnya, harga perak turun 1,4% menjadi US$64,42 per ons, sementara platinum jatuh 3% menjadi US$1.678,05 per ons.
Kontrak berjangka tembaga acuan di London Metal Exchange turun tipis 0,2% menjadi US$13.548,33 per ton, sementara kontrak tembaga AS melemah 0,3% menjadi US$6,30 per pon. (DK)