Rafale pertama segera tiba di Indonesia, gantikan Su-35 Rusia

Senin, 08 Desember 2025

image

JAKARTA - Indonesia akhirnya mulai menerima jet tempur Rafale pertamanya, menandai peralihan resmi dari rencana pembelian Su-35 buatan Rusia yang dibatalkan.Tiga unit Rafale pertama, T-0301, T-0302, dan T-0303, telah diserahkan oleh Dassault Aviation setelah menjalani uji terbang di dekat Bordeaux dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada Januari 2026.Dilansir dari en.defence-ua.com, ketiganya merupakan varian dua kursi yang ditujukan untuk pelatihan dan peningkatan kemampuan pilot.Pesanan Rafale Indonesia menunjukkan skala akuisisi yang semakin besar. Pada awalnya, pemerintah meneken pra-pesanan 36 unit pada pertengahan 2021, namun jumlah itu kemudian bertambah menjadi 42 unit, terdiri atas 26 kursi tunggal dan 16 kursi ganda.Kontrak dilakukan dalam beberapa tahap dengan nilai total US$8,1 miliar, sekitar US$192,85 juta per pesawat.Batch pertama berisi enam pesawat dipesan pada September 2022, dan butuh lebih dari tiga tahun hingga unit pertama selesai.Setelah itu, Indonesia menambah dua tranche lagi untuk 18 pesawat masing-masing pada Agustus 2023 dan Januari 2024.Sebelumnya, Indonesia sempat memesan 11 unit Su-35 Rusia pada 2018 senilai US$1,1 miliar, melanjutkan penggunaan Su-27, Su-30, dan F-16 yang sudah dioperasikan.Namun kontrak itu dibatalkan pada 2021 dengan alasan keterbatasan anggaran, meski Rusia menyebut ada tekanan dari AS.Kini Rafale diproyeksikan menjadi tulang punggung kekuatan udara Indonesia. Setelah rencana awal 42 unit, Jakarta menandatangani letter of intent untuk tambahan 8–18 unit pada Mei tahun ini, membuka peluang total armada Rafale TNI AU mencapai sekitar 60 pesawat.Namun, dengan kecepatan produksi saat ini, pengiriman penuh baru mungkin tercapai pada 2030-an.Dassault sendiri menargetkan produksi 25 Rafale pada 2025, angka tertinggi dalam beberapa tahun, sementara daftar pesanan mencapai sekitar 220 unit, ditambah potensi pesanan baru dari India, Ukraina, dan negara lain. (DK)