GM izinkan pemilik mobil listrik jual listrik ke jaringan AS

Kamis, 11 Juni 2026

image

SAN FRANCISCO - General Motors (GM) akan merilis pembaruan perangkat lunak yang memungkinkan sebagian pemilik mobil listrik GM di Amerika Serikat menjual kembali listrik ke jaringan listrik nasional.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya terbaru produsen otomotif untuk memperluas peluang bisnis di sektor energi.

Dikutip dari Yahoo Finance, pembaruan tersebut akan diberikan kepada pengguna sistem vehicle-to-home milik GM, yaitu teknologi yang memungkinkan mobil listrik memasok listrik ke rumah saat terjadi pemadaman.

Melalui pembaruan terbaru ini, kendaraan juga dapat menyalurkan daya listrik kembali ke jaringan listrik (vehicle-to-grid).

Namun, belum jelas apakah fitur tersebut akan mendapat respons positif dari pengguna mengingat sebagian pemilik kendaraan mungkin lebih memilih mempertahankan daya baterai untuk kebutuhan berkendara.

Pemilik sistem vehicle-to-home nantinya dapat menjual listrik ke perusahaan utilitas saat permintaan energi tinggi. Sebagai imbalannya, GM akan memperoleh bagian dari pendapatan yang dihasilkan dari transaksi tersebut.

Juru bicara GM mengatakan perusahaan saat ini memiliki ribuan pengguna sistem vehicle-to-home, tetapi tidak mengungkapkan jumlah pastinya.

Saat ini, hanya sedikit perusahaan utilitas yang menyediakan layanan vehicle-to-grid dan penerapannya masih berada dalam tahap uji coba.

Chief Revenue Officer GM Energy, Aseem Kapur, mengatakan perusahaan sedang berdiskusi dengan sekitar 10 perusahaan utilitas untuk memperluas implementasi teknologi tersebut.

Menurut Kapur, peluncuran komersial kemungkinan dimulai dalam beberapa bulan ke depan dengan fokus awal di California dan Texas.

Di Michigan, GM saat ini bekerja sama dengan DTE Energy dalam proyek percontohan vehicle-to-grid yang melibatkan 30 karyawan perusahaan.

Perusahaan utilitas selama ini cenderung berhati-hati dalam mengadopsi teknologi tersebut karena membutuhkan investasi tambahan, masih adanya ketidakpastian teknologi, serta jumlah pengguna yang relatif terbatas.

GM bukan satu-satunya produsen otomotif yang mengembangkan bisnis energi. Sejumlah perusahaan, termasuk Ford Motor Company, juga mengikuti jejak Tesla dalam membangun lini bisnis energi di luar penjualan kendaraan. (ARF)